HomePeristiwaDuka Ponpes Al Khoziny, 3 Santri Meninggal, Evakuasi Berlanjut

Duka Ponpes Al Khoziny, 3 Santri Meninggal, Evakuasi Berlanjut

BUDURAN, SIDOARJONEWS.id – Tragedi ambruknya bangunan masjid di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih menyisakan duka mendalam. Hingga Selasa (30/9/2025) pukul 11.00 WIB, proses evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan.

Laporan resmi dari BPBD Sidoarjo menyebutkan, setidaknya ada 100 orang menjadi korban dalam insiden ini, dengan rincian tiga santri meninggal dunia, 26 orang masih dirawat inap, satu orang dirujuk ke rumah sakit lain, sementara 70 orang sudah pulang usai mendapat perawatan.

Data terbaru menyebut, tiga korban jiwa adalah Maulana Alfan Ibrahimavic, warga Surabaya; Mochammad Mashudulhaq, warga Dukuh Pakis, Surabaya; serta Muhammad Soleh, asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Ketiganya diketahui tertimpa reruntuhan saat berada di dalam bangunan masjid yang runtuh ketika jamaah tengah melaksanakan salat Ashar pada Senin sore.

Pihak BPBD juga menegaskan, bahwa penyebab runtuhnya bangunan diduga berasal dari struktur atap kayu yang sedang dalam proses pengecoran. Konstruksi tersebut tidak mampu menahan beban dan akhirnya menjalar ke bagian pondasi. Dampaknya, seluruh bagian bangunan runtuh seketika.

“Proses evakuasi korban hingga saat ini masih terus berlangsung,” tulis laporan resmi BPBD Sidoarjo yang disampaikan kepada Plt Kalaksa dan jajaran pimpinan.

Ratusan personel gabungan dari Basarnas, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten Sidoarjo, serta sejumlah BPBD dari daerah tetangga seperti Jombang, Mojokerto, hingga Nganjuk diturunkan untuk mempercepat penanganan. Dukungan juga datang dari Dinas PU SDA Provinsi yang mengerahkan tiga unit excavator untuk mempercepat pencarian korban tertimbun. Unsur TNI, Polri, Tagana Dinsos, serta relawan ikut serta dalam operasi kemanusiaan ini.

Para korban luka tersebar di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD RT Notopuro, RS Siti Hajjar, RS Delta Surya, RS Sheila Medika, dan RS Unair. Di RSUD RT Notopuro, tercatat 40 pasien sempat mendapat perawatan, dengan dua meninggal dunia.

Sementara di RS Siti Hajjar, 52 pasien ditangani, satu meninggal dunia, dan satu orang dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto. Di RS Delta Surya ada enam pasien rawat inap, sedangkan RS Sheila Medika menangani satu pasien yang kini sudah pulang, dan RS Unair merawat satu pasien lainnya.

Suasana di lokasi kejadian masih dipenuhi tangis keluarga santri yang berdatangan. Sejumlah orang tua terlihat histeris mencari informasi tentang anak mereka yang belum ditemukan. Petugas terus mengimbau warga agar tidak mendekat ke titik utama reruntuhan demi menjaga keselamatan, karena kondisi bangunan masih rawan.

Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas memperkirakan sekitar 91 orang masih dalam pencarian. Upaya pencarian dilakukan siang dan malam dengan memanfaatkan alat berat, dibantu doa dari keluarga serta masyarakat sekitar yang berharap korban segera ditemukan.

Sebelumnya, pada Senin (29/9/2025) sore, musibah ini terjadi ketika para santri melaksanakan salat Ashar berjamaah di masjid pesantren. Suara gemuruh terdengar sebelum atap dan pondasi runtuh. Sejumlah saksi mata menyebut bangunan sempat berguncang beberapa detik sebelum roboh.

Tragedi tersebut membuat ratusan santri berlarian menyelamatkan diri, sementara sebagian lain tertimpa reruntuhan. (Ard)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,342FansLike
27,072FollowersFollow
37,300FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER