HomePemerintahanDari Papan Rapuh Menuju Jembatan Perintis Garuda, Warga Desa Sumorame Merajut Seribu...

Dari Papan Rapuh Menuju Jembatan Perintis Garuda, Warga Desa Sumorame Merajut Seribu Harapan

CANDI, SIDOARJONEWS.id – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda bertajuk “Satu Jembatan, Seribu Harapan” di Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menjadi angin segar bagi masyarakat setempat. Infrastruktur yang dibangun melalui program TNI tersebut memberikan manfaat langsung bagi sekitar 1.200 jiwa atau 700 kepala keluarga yang tersebar di wilayah RW 2, RW 3, RW 4, dan RW 5.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan desa. Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada lahan persawahan dan peternakan.

Lahan persawahan yang terdampak langsung oleh pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar 23 hektare. Selain itu, akses baru ini juga mendukung program ketahanan pangan yang melibatkan 10 peternak kambing di Desa Sumorame.

Pembangunan jembatan dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan tiga personel TNI dan 11 warga sebagai tenaga kerja. Aktivitas pembangunan dilakukan setiap hari mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Pekerjaan dimulai pada Jumat, 5 Juni 2026, dengan estimasi penyelesaian selama satu bulan. Seluruh pendanaan pembangunan berasal dari program TNI.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, melibatkan kolaborasi TNI dan masyarakat melalui kerja bakti bersama. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga sekaligus mendukung kemajuan wilayah setempat / Foto: Istimewa.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, melibatkan kolaborasi TNI dan masyarakat melalui kerja bakti bersama. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga sekaligus mendukung kemajuan wilayah setempat / Foto: Istimewa.

Kepala Desa Sumorame, Rochmanu, mengatakan kehadiran jembatan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya peternak kambing yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk membawa pakan ternak.

“Program ini juga menunjang program ketahanan pangan tahun 2025 sebelumnya, yakni membantu akses beberapa warga untuk penggembukan kambing. Bawa makanan rumput lebih mudah,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Rochmanu, manfaat jembatan tidak hanya dirasakan oleh peternak, tetapi juga para petani yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses menuju lahan pertanian mereka.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, serta jajaran TNI di bawahnya, khususnya Komandan Kodim/0816 Sidoarjo, Letkol CZI Shobirin Setio Utomo, S.I.P., M.Han., yang dinilai telah memberikan perhatian kepada masyarakat Desa Sumorame melalui pembangunan jembatan tersebut.

“Atas bantuan jembatan ini, dapat bermanfaat untuk anak cucu kita,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 04 Desa Sumorame, Sutikno (55 tahun). Ia menilai pembangunan Jembatan Perintis Garuda akan berdampak langsung terhadap peningkatan ketahanan pangan masyarakat karena akses menuju area pertanian menjadi jauh lebih mudah.

Menurutnya, selama ini warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai lokasi yang sama. Bahkan, jarak tempuh bisa mencapai sekitar dua kilometer melalui desa tetangga dengan waktu perjalanan sekitar 15 menit berjalan kaki.

Dengan hadirnya jembatan baru tersebut, akses masyarakat menjadi lebih singkat dan efisien.
Jembatan yang dibangun memiliki lebar 3 meter dan panjang 10 meter. Ukuran tersebut dinilai cukup untuk menunjang aktivitas warga, termasuk kebutuhan sektor pertanian.

“Adanya menghemat waktu sekali. Gak usah muter-mutir lagi,” katanya.

Sutikno menjelaskan, keberadaan jembatan juga memungkinkan alat pemanen padi atau combine harvester masuk langsung ke area persawahan. Kondisi ini diharapkan dapat mempercepat proses panen sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani.

Selain dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, akses tersebut juga mendukung berbagai aktivitas warga yang berada di sekitar bantaran sungai.

Manfaat pembangunan jembatan turut dirasakan Rumiyanto (51 tahun), salah satu petani penerima manfaat yang tinggal di wilayah RT 1 RW 7 Desa Sumorame. Ia mengaku kini lebih mudah membawa berbagai kebutuhan ke area persawahan tanpa harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.

“Alhamdulillah, sekarang semakin mudah kalau ke sawah,” ujarnya.

Program Jembatan Perintis Garuda tidak hanya dilaksanakan di Desa Sumorame. Kegiatan serupa juga dilakukan di Desa Gelam, Kecamatan Candi.

Di Desa Gelam, jembatan yang dibangun memiliki ukuran 12 meter x 3 meter dan berfungsi menghubungkan wilayah RT 4 dengan RT 10. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan warga saat beraktivitas.

“Sebelumnya aksesnya membahayakan warga saat melintas karena berdekatan dengan rel KA,” ujar M. Nur Chasan, Babinsa Desa Sumorame yang juga bertugas sebagai Babinsa Desa Gelam.

Melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda “Satu Jembatan, Seribu Harapan”, akses pertanian, peternakan, dan mobilitas masyarakat di Kecamatan Candi kini semakin terbuka. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi sarana yang memberikan manfaat jangka panjang bagi warga dan generasi mendatang.

(Yard)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,309FansLike
26,913FollowersFollow
37,200FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER