CANDI, SIDOARJONEWS.id – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sidoarjo mendapat perhatian langsung dari Kantor Staf Presiden (KSP). Tenaga Ahli Utama Deputi V Kantor Staf Presiden, Letjen TNI (Purn) Arif Rahman, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (12/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Arif Rahman didampingi Bupati Sidoarjo H. Subandi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dandim 0816 Sidoarjo, serta jajaran Forkopimda Sidoarjo.
Peninjauan dilakukan di dua lokasi, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Sumorame, Kecamatan Candi dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah pusat ingin memastikan program tersebut berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Saat berada di KDMP Desa Sumorame, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap perkembangan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus mengembangkan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.
“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Sidoarjo mendapatkan kehormatan dengan kunjungan dari Kantor Staf Presiden untuk melihat langsung perkembangan Koperasi Merah Putih. Ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami untuk menyukseskan program yang dicanangkan Presiden demi kesejahteraan masyarakat,” ujar H. Subandi.
Subandi menegaskan, bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih harus mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Perannya tidak hanya sebagai tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan kesejahteraan warga.
Ia menjelaskan, koperasi dapat menjalankan berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Menurutnya, pola distribusi tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah berbagai tantangan ekonomi.
“Harga beras di pasaran bisa mencapai sekitar Rp13 ribu per kilogram, sedangkan melalui Bulog masyarakat dapat memperoleh dengan harga sekitar Rp11 ribu. Koperasi bisa menjadi sarana untuk menghadirkan kebutuhan pokok yang lebih murah dan mudah dijangkau masyarakat,” katanya.
Selain beras, koperasi juga dapat menjadi sarana distribusi minyak goreng dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Kehadiran koperasi dinilai mampu membantu pelaku usaha kecil seperti pedagang kelontong, pedagang gorengan, serta berbagai UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kehadirannya harus membantu kebutuhan warga sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Bupati Subandi juga mengingatkan seluruh pengurus koperasi agar terus melakukan inovasi dalam menjalankan kegiatan usaha. Menurutnya, pemerintah pusat telah memberikan dukungan yang besar melalui berbagai program, fasilitas, hingga pembangunan sarana pendukung.
“Jangan sampai koperasi berjalan biasa-biasa saja. Pengurus harus terus berinovasi. Pemerintah sudah memberikan dukungan yang luar biasa, sehingga tugas kita adalah mengawal agar program ini benar-benar sukses dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemkab Sidoarjo telah menginstruksikan seluruh kepala desa agar memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih. Dukungan tersebut mencakup sosialisasi kepada masyarakat hingga penyediaan sarana pendukung seperti gudang dan fasilitas operasional lainnya.
Subandi menilai keberadaan Koperasi Merah Putih sangat penting di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan geopolitik yang berdampak pada sektor pangan serta kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh bantuan dan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran koperasi harus menjadi solusi bagi kebutuhan warga dan penguatan ekonomi desa,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) Arif Rahman, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan program prioritas Presiden berjalan sesuai tujuan.
Menurutnya, program-program Presiden tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga mencakup sektor pendidikan dan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan program-program prioritas Presiden dapat berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Koperasi Merah Putih menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.
Arif Rahman mengungkapkan bahwa salah satu Koperasi Merah Putih yang dikunjungi, yakni di Desa Sumorame, saat ini telah memiliki 205 anggota aktif. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap koperasi.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengawal pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Saat ini Kabupaten Sidoarjo memiliki 219 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 84 koperasi telah memiliki bangunan dan sarana pendukung yang siap digunakan untuk menjalankan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui penguatan Koperasi Merah Putih, pemerintah berharap roda perekonomian desa semakin berkembang, UMKM terus tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo meningkat secara berkelanjutan sesuai semangat ekonomi kerakyatan yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
(Yard)





