BUDURAN, SIDOARJONEWS.id – Penanganan kasus video viral yang memperlihatkan seorang remaja laki-laki dalam kondisi telanjang saat menerima pesanan pengemudi ojek online di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, terus berlanjut. Setelah video tersebut ramai beredar di media sosial, polisi bersama pihak keluarga melakukan langkah pendampingan sebagai upaya penanganan awal.
Remaja berinisial R (18) didampingi Bhabinkamtibmas Desa Dukuh Tengah dan keluarganya menjalani pemeriksaan awal di Puskesmas Buduran. Pendampingan tersebut dilakukan setelah video berdurasi 57 detik yang memperlihatkan dirinya tanpa mengenakan pakaian saat menerima pesanan ojol menjadi perhatian publik.
Dalam video yang beredar, remaja itu tampak tidur tengkurap sambil memeluk guling di teras rumah tanpa mengenakan busana. Diduga, sebelumnya ia memesan minuman instan melalui aplikasi ojek online senilai Rp6.800.
Ketika pengemudi tiba mengantarkan pesanan, pemesan disebut tetap berada dalam kondisi tanpa busana. Pengemudi ojek online sempat menegur remaja tersebut sebelum rekaman video akhirnya beredar luas di media sosial.
Kapolsek Buduran, Kompol Sugeng Sulistiyono, membenarkan adanya pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas bersama keluarga terhadap remaja tersebut. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari penanganan awal setelah peristiwa tersebut viral.
“Benar, Bhabinkamtibmas bersama orang tua yang bersangkutan melakukan pendampingan ke Puskesmas Buduran untuk pemeriksaan awal,” ujar Kompol Sugeng saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Sugeng menjelaskan, pihak kepolisian tidak mengetahui secara rinci hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di Puskesmas Buduran. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, tenaga kesehatan merekomendasikan agar remaja tersebut menjalani pemeriksaan lanjutan oleh psikolog.
“Kami tidak mengetahui secara detail hasil pemeriksaannya. Informasinya dari pihak puskesmas disarankan agar yang bersangkutan dibawa ke RSUD atau rumah sakit lain untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter psikolog,” jelasnya.
Menurut Sugeng, pemeriksaan lanjutan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh terkait kondisi remaja yang bersangkutan sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Selain melakukan pendampingan, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak kembali menyebarluaskan video yang memperlihatkan identitas maupun kondisi remaja tersebut. Imbauan itu disampaikan sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi yang bersangkutan dan keluarganya.
Polisi berharap masyarakat dapat memberikan ruang bagi proses penanganan yang sedang berjalan. Dengan tidak menyebarluaskan ulang video tersebut, diharapkan proses pendampingan dan pemeriksaan lanjutan dapat berlangsung secara optimal tanpa menambah beban psikologis bagi remaja maupun keluarganya.
Hingga saat ini, penanganan masih berfokus pada aspek pendampingan dan pemeriksaan medis. Polisi terus berkoordinasi dengan pihak keluarga serta tenaga kesehatan untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur.
(Yard)





