Minggu, Agustus 31, 2025
BerandaPemerintahanJelang Ramadhan Harga Beras di Sidoarjo Masih Tinggi, Bulog Gelontorkan Beras Murah...

Jelang Ramadhan Harga Beras di Sidoarjo Masih Tinggi, Bulog Gelontorkan Beras Murah di Pasar Tradisional

CANDI, SIDOARJONEWS.id — Menjelang Bulan Ramadhan 2024/1445 H harga sberas di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sidoarjo masih tinggi.

Salah satunya di Pasar Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Di sana, harga beras premium Rp15.800 dan beras medium Rp 13.600.

Guna memberikan stabilitas harga, Bulog menggelontorkan beras subsidi seharga Rp 10.900 di Pasar Larangan 30 ton per hari. Pasar Porong 15 ton dan Pasar Tulangan 2 ton.

“Terkait operasi pasar beras SPHP (Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan beras) harus kita gencarkan di Kabupaten Sidoarjo,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat turun mengecek pasokan beras di Pasar Larangan bersama Forkopimda dan Kepala Kantor Bulog Cabang Surabaya Utara, Sugeng Hardono, Jumat (8/3/2024).

Gus Muhdlor memastikan, dalam memasuki Bulan Ramadhan ini, stok kebutuhan beras untuk masyarakat Sidoarjo masih aman. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

“Secara umum stok di Bulog sangat mumpuni dan saya yakin ketika beras SPHP turun dimasyarakat, harga bisa ditekan dan HET Rp 10.900 bisa berjalan,” ujarnya

Disamping harga beras yang masih tinggi, beberapa komoditas pangan seperti telur dan lombok juga menjadi atensi dari Pemkab Sidoarjo.

Untuk kebutuhan telur, Gus Muhdlor mengaku sudah bekerjasama dengan Kabupaten Blitar. Kalau perlu akan diberikan subsidi angkutan supaya harganya tetap stabil.

“Untuk cabe rawit juga kebanyakan dari Banyuwangi itu juga sama nanti kita bisa berikan subsidi angkutan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Salah satu pedagang beras Pasar Larangan, Djoyo mengaku dalam beberapa Minggu terakhir memang sudah ada penurunan harga kisaran 400-600 rupiah.

Namun, masyarakat tetap memilih membeli beras Bulog yang dijualnya sesuai HET Rp. 10.900 per kilogramnya.

Menurutnya, pembeli beras merasa harga beras saat ini masih tinggi. Oleh karenanya jatah 2 ton beras SPHP perhari yang dijualnya selalu ludes dalam 30 menit saja.

“Pembeli beras premium dan medium juga normal, namun masyarakat cenderung memilih antri membeli beras murah dengan harga Rp 10.900 per kilogramnya,” pungkasnya. (Ipung)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI

9,233FansSuka
26,621PengikutMengikuti
35,500PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA POPULER