Sunday, March 15, 2026
HomePeristiwaHilal Tak Teramati di 21 Titik, Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang...

Hilal Tak Teramati di 21 Titik, Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

SEDATI, SIDOARJONEWS.id – Upaya pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur pada Selasa (17/2/2026) belum membuahkan hasil.

Rukyatul hilal yang dilaksanakan bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H itu dilakukan serentak di 21 lokasi kabupaten/kota di Jawa Timur.

Berdasarkan laporan seluruh tim rukyat di lapangan, hilal tidak berhasil diamati. Secara perhitungan astronomi (hisab), posisi bulan sabit muda masih berada di bawah ufuk sehingga belum memenuhi standar imkanur rukyat yang menjadi acuan negara-negara anggota MABIMS. Kriteria tersebut menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Timur mencatat, saat matahari terbenam tinggi hilal masih bernilai negatif atau berada di bawah ufuk mar’i. Elongasinya pun belum mencapai batas minimal, sehingga secara astronomis mustahil untuk disaksikan.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa hasil pengamatan di seluruh titik menunjukkan kondisi serupa.

“Dari 21 lokasi rukyat di Jawa Timur, hilal tidak terlihat karena posisinya masih di bawah ufuk. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil rukyat dari daerah telah dilaporkan secara berjenjang ke Kementerian Agama Republik Indonesia pusat sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat di Jakarta.

“Penetapan resmi 1 Ramadan 1447 H menunggu keputusan Menteri Agama melalui Sidang Isbat. Kami mengimbau masyarakat untuk menanti dan mengikuti pengumuman pemerintah,” imbuhnya.

Sebanyak 21 daerah yang menjadi lokasi pengamatan antara lain Kota Blitar, Pacitan, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Madiun, Jombang, Gresik, Lumajang, Blitar, Jember, Trenggalek, Sampang, Ngawi, Pasuruan, Malang, Bondowoso, Mojokerto, Sumenep, Lamongan, dan Ponorogo. Kegiatan ini melibatkan unsur Kemenag, hakim Pengadilan Agama, ormas Islam, BMKG, akademisi, pondok pesantren, hingga tokoh agama dan masyarakat.

Dengan hasil tersebut, secara hisab awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun kepastian dimulainya ibadah puasa tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan diumumkan pemerintah secara resmi.

(Hnf)

 

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,204FansLike
27,127FollowersFollow
37,300FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER