Thursday, February 19, 2026
HomeKomunitasiSTTS Gelar Bootcamp AI, Jurnalis Surabaya–Sidoarjo Didorong Melek Teknologi dan Etika

iSTTS Gelar Bootcamp AI, Jurnalis Surabaya–Sidoarjo Didorong Melek Teknologi dan Etika

SURABAYA, SIDOARJONEWS.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau biasa disebut Artificial Intelligence (AI) mendorong jurnalis untuk terus beradaptasi. Menyikapi hal tersebut, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (iSTTS) menggelar “Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist” yang diikuti puluhan wartawan dari Surabaya dan Sidoarjo, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk membekali jurnalis dengan keterampilan praktis pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya etika, verifikasi, dan integritas di tengah derasnya arus teknologi digital.

Peserta bootcamp berasal dari beragam komunitas pers, seperti Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN), Rumah Literasi Digital (RLD), Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas), serta jurnalis umum dari berbagai media.

Kepala Humas iSTTS Surabaya, Rara Dwi Yanti Handayani, mengatakan bahwa AI merupakan keniscayaan di dunia jurnalistik modern, namun tidak boleh menggantikan peran utama jurnalis sebagai penjaga kebenaran.

“AI memang bisa mempercepat kerja jurnalis, tetapi keputusan akhir tetap harus melalui akurasi, verifikasi, dan nurani manusia. Karena itu, kami ingin jurnalis memahami AI secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Materi bootcamp disampaikan oleh akademisi dan praktisi AI, Dr. Lukman Zaman, S.Kom., M.Kom., mengulas generative AI dan teknik prompt engineering untuk mendukung produksi konten multimedia, sementara Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom., membahas analisis jejaring sosial, multimodal AI, serta tantangan etika kecerdasan buatan.

Sesi teknis juga diisi Dr. Ir. Yosi Kristian, S.Kom., M.Kom., yang memaparkan penerapan machine learning dan computer vision dalam pengolahan data visual hingga investigasi digital yang kini mulai banyak digunakan media.

Ketua Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas), M. Taufik, menilai pelatihan ini menjadi kebutuhan mendesak bagi jurnalis. Menurutnya, AI bisa menjadi alat bantu positif jika digunakan secara tepat.

“Teman-teman jurnalis harus terus meng-upgrade diri. AI bisa membantu kerja jurnalistik dan meminimalisir hoaks, tapi tetap harus diverifikasi dan digunakan secara bijak,” katanya.

Berbeda dengan pelatihan konvensional, bootcamp ini mengedepankan praktik langsung. Peserta diajak menyusun prompt, mengolah data, hingga mensimulasikan penggunaan AI dalam aktivitas jurnalistik harian. iSTTS berharap kegiatan ini mampu memperkuat kualitas pers sekaligus menjaga kepercayaan publik di era AI.

(Hnf)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,204FansLike
27,159FollowersFollow
37,400FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER