JCFKOTA, SIDOARJONEWS.id – Kembalinya Car Free Day (CFD) di Alun-alun Sidoarjo, setelah lima tahun vakum, menjadi momentum kebangkitan ruang publik. Namun, sekaligus menguji kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Lonjakan volume sampah pada pelaksanaan perdana CFD, Minggu (1/2), menjadi catatan serius bagi pengelola kebersihan.
Kepala TPA Griyo Mulyo, Kecamatan Jabon, Hajid Arif Hidayat, menyebut sampah dari kawasan alun-alun meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Kondisi ini menunjukkan masih perlunya edukasi kepada pengunjung dan pelaku usaha terkait pengelolaan sampah.
“Pada Minggu itu, sampah dari Alun-alun Sidoarjo mencapai sekitar 4,7 ton atau dua rit dump truk, dan keesokan harinya masih ada tambahan satu rit,” ujar Hajid, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, pada hari Minggu normal tanpa CFD, volume sampah di kawasan tersebut rata-rata hanya sekitar 1,57 ton. Artinya, pelaksanaan CFD perdana memicu peningkatan hampir tiga kali lipat.
Menurut Hajid, mayoritas sampah yang terkumpul merupakan plastik sekali pakai dari kemasan makanan dan minuman, baik yang dibawa pengunjung maupun dihasilkan dari aktivitas UMKM di sekitar lokasi.
“Kondisi ini menjadi evaluasi bersama. CFD seharusnya identik dengan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, bukan justru menambah beban sampah,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan diri membawa tumbler atau wadah makanan sendiri serta disiplin membuang sampah pada tempatnya. Sementara itu, pelaku UMKM diminta ikut bertanggung jawab atas sampah dari aktivitas jual beli.
Hajid menekankan, keberlanjutan CFD tidak hanya ditentukan oleh antusiasme warga, tetapi juga oleh kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Alun-alun Sidoarjo.
(Hnf)





