KOTA, SIDOARJONEWS.id — Semangat Hari Kartini 2026 dirayakan dengan cara berbeda oleh Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS). Komunitas literasi yang beranggotakan para pendidik tersebut meluncurkan buku antologi puisi ke-15 bertajuk “Perempuan Pencerah Hati” sekaligus menggelar talk show bertema “Kiprah Perempuan di Era Digital” di Aula Kencana Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sidoarjo, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya. Acara dibuka dengan penampilan tarian tradisional yang sukses memukau para tamu undangan dan peserta yang hadir.
Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kepala DP3AKB Sidoarjo Heni Kristiani, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo Mustain, serta Wakil Ketua Perempuan PGRI Jawa Timur Siti Chomsiyah.
Sekretaris KGPS, Suhartatik, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan DP3AKB dan PWI Sidoarjo terhadap kegiatan literasi tersebut. Menurutnya, peluncuran buku antologi puisi ke-15 ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan, khususnya guru, memiliki peran penting sebagai pencerah hati di lingkungan keluarga maupun dunia pendidikan.
“Perempuan adalah tiang peradaban. Dari tutur katanya mengalir nilai, dari tangannya terukir arah masa depan,” ujar Suhartatik dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti keterlibatan guru laki-laki yang hadir mendukung kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi positif dalam membangun dunia pendidikan dan literasi.
Menurut Suhartatik, keberhasilan perempuan tidak lepas dari dukungan lingkungan di sekitarnya, termasuk para laki-laki yang turut memberikan ruang dan semangat untuk terus berkembang.
“Di samping perempuan yang luar biasa, terdapat dukungan dari laki-laki yang juga luar biasa,” imbuhnya.
Selain itu, Suhartatik juga berpesan kepada para guru agar tidak berhenti menulis meskipun memiliki kesibukan mengajar yang padat. Ia menilai menulis merupakan warisan pemikiran yang akan terus hidup sepanjang masa.
“Teruslah menulis, karena setiap kata yang ditulis adalah jejak kebaikan. Guru yang menulis akan abadi dalam karyanya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Sidoarjo Heni Kristiani memberikan apresiasi tinggi kepada para perempuan penulis yang aktif berkarya melalui komunitas tersebut. Ia menilai era digital memberikan peluang besar bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuan dan kontribusinya melalui karya literasi.
Heni mengatakan, perempuan saat ini harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif untuk mendukung pemberdayaan diri dan lingkungan sekitar.
“Di era digitalisasi ini, semua pihak diharapkan bisa berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan. Harapannya, perempuan Sidoarjo terus berkarya dan berdaya untuk membangun Sidoarjo yang lebih baik,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua PWI Sidoarjo, Mustain. Ia mengaku bangga melihat konsistensi 35 anggota KGPS yang terus menghasilkan karya hingga mampu meluncurkan buku antologi puisi ke-15.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi luar biasa yang menunjukkan bahwa budaya literasi di kalangan guru terus tumbuh dan berkembang.
“Hari ini kita menjadi saksi atas sebuah pencapaian sastra yang membanggakan, yakni peluncuran antologi puisi ‘Perempuan Pencerah Hati’ karya para guru penulis di Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Mustain.
Ia menambahkan, menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata-kata, tetapi juga bentuk perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di tengah derasnya arus informasi digital, guru penulis dinilai memiliki peran penting sebagai pelopor literasi sekaligus penjaga nilai kemanusiaan.
Mustain juga menegaskan, bahwa buku tersebut bukan hanya kumpulan puisi, melainkan simbol semangat Kartini masa kini yang terus menyala dan melampaui zaman.
“Di era digital dengan arus informasi yang kian deras, kehadiran perempuan penulis, terutama guru menjadi semakin penting. Mereka bukan sekadar penulis, melainkan pelopor dan pencerah di tengah kuatnya arus disrupsi,” tegasnya.
Melalui peluncuran buku dan talk show tersebut, KGPS berharap antologi “Perempuan Pencerah Hati” mampu menjadi inspirasi bagi siswa, sesama pendidik, hingga masyarakat luas untuk terus merawat budaya literasi dan semangat berkarya di Kabupaten Sidoarjo.
(Yard)





