KOTA, SIDOARJONEWS.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo terus mengampanyekan pengelolaan minyak goreng bekas melalui program tabungan jelantah berbasis mesin modern. Program ini digagas sebagai upaya menekan pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan.
Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka oleh Edi Sulaksono yang hadir mewakili Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arief Mulyono. Sejumlah kader lingkungan dari berbagai kecamatan dilibatkan agar mampu menjadi agen edukasi di wilayah masing-masing.
Edi menegaskan, kebiasaan membuang jelantah ke saluran air maupun tanah membawa dampak serius bagi lingkungan.
“Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari air dan merusak kesuburan tanah. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menghentikan kebiasaan tersebut,” ujarnya.
Ia berharap para kader lingkungan dapat menyampaikan pesan ini secara berkelanjutan kepada warga sekitar. Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan terkecil.
Sementara itu, Penyuluh Lingkungan Hidup DLHK Sidoarjo, Indah Yuliati, menjelaskan bahwa mesin tabungan jelantah yang digunakan telah mengadopsi teknologi modern hasil kolaborasi dengan perusahaan luar negeri.
“Cara kerjanya mirip tabungan digital. Setelah jelantah dimasukkan, berat dan nilai rupiahnya langsung tercatat di akun,” jelasnya.
Indah menyebutkan, minyak jelantah yang disetorkan harus bersih dan tidak tercampur cairan lain. Saat ini, DLHK telah menempatkan lima unit mesin di beberapa titik strategis, dengan harga jelantah mencapai Rp6 ribu per liter.
“Jelantah ini akan diolah kembali menjadi bio avtur untuk bahan bakar pesawat,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan jelantah melalui sistem tabungan tidak hanya melindungi lingkungan dari pencemaran, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Ini langkah konkret agar limbah rumah tangga tidak menjadi ancaman, tapi justru bernilai,” pungkasnya.
(Hnf)





