TULANGAN, SIDOARJONEWS.id — Suhartini menjadi satu diantara 649 yang menerima insentif kader kesehatan dari Pemkab Sidoarjo.
Wanita 60 tahun ini merupakan kader kesehatan asal Desa Kepadangan RT 13/RW 05, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, itu tampak tersenyum saat menerima insentif untuk pertama kalinya dari Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.
“Selama ini, mulai saya jadi bidan tahun 1986 belum ada instensif sama sekali. Ini baru pertama kali saat pemerintah Gus Muhdlor ini,” Kata Suhartini usai menerima insentif di Badan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo di Tulangan, Jumat, (21/07/2023).
Dengan adanya kepedulian dari Pemkab Sidoarjo terhadap tenaga kesehatan dan kader posyandu membuat dirinya semakin semangat.
Ia mengaku kinerja dari tenaga kesehatan dan kader posyandu di desa ini merupakan ujung tombak dalam mengatasi stunting dan masalah kesehatan lainnya.
“Mulai dari hamil, lahir, remaja, hingga lansia itu tanggung jawab kita. Generasi penerus itu apa kata bidan di desa,” ujarnya.
Suhartini mendapat insentif dari Pemkab Sidoarjo sebesar Rp 250 ribu setiap bulan dan diakumulasikan pencairannya setiap 6 bulan sekali: Rp 1,5 juta.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menjelaskan yang mendapat insentif tahun 2023 sebanyak 10.558 kader kesehatan. Untuk kawasan Tulangan, ada 469 kader kesehatan.
“Selain insentif kami juga berikan perlindungan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini sudah ada 6.600-an dan memang masih kurang,” kata Gus Muhdlor dalam kegiatan yang juga dihadiri Anggota DPRD Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin.
Gus Muhdlor berpesan, adanya insentif dari Pemkab Sidoarjo ini harus dibarengi dengan peningkatan kinerja di lapangan. “Harus tambah profesional,” imbuhnya.
Sebab, kata dia, kader kesehatan ini merupakan orang-orang yang mengabdikan diri untuk kebaikan.
“Ada yang sudah 40 tahun mengabdi jadi kader kesehatan. Ini yang harus diapresiasi,” ucap Gus Muhdlor yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Fenny Apridawati.
Dia menegaskan, tugas utama dari kader kesehatan ini untuk memastikan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terkelola dengan baik.
“Termasuk soal stunting ini juga harus terkelola dengan baik. Tugas utama mereka AKI, AKB, dan Stunting,” pungkasnya (ipung).