KOTA, SIDOARJONEWS.id — Rapat konsolidasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo menghasilkan empat poin strategis yang menjadi perhatian serius berbagai pihak, mulai dari dukungan anggaran hingga penegasan integritas pengelolaan organisasi. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Youth Centre Disporapar Sidoarjo, Rabu (8/4/2026). Rapat dihadiri lintas pemangku kepentingan olahraga daerah.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono menegaskan bahwa dukungan anggaran hibah untuk KONI sebesar Rp10 miliar tetap dipertahankan tanpa efisiensi.
“Ini bentuk apresiasi terhadap capaian atlet Sidoarjo. Kalau dibandingkan dengan daerah lain, angka ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah,” ujarnya kepada sidoarjonews.id, Rabu, (08/04/2026).
Meski demikian, DPRD juga memberikan penekanan keras terkait penggunaan anggaran. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik kegiatan fiktif dalam pelaporan.
“Kami minta seluruh kegiatan riil dan administrasi, termasuk SPJ, diselesaikan tepat waktu. Jangan sampai ada konsekuensi hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudhi Irianto, menilai rapat ini menjadi momentum penting untuk pembenahan internal organisasi. Ia menyoroti perlunya rekonsiliasi dalam struktur kepemimpinan serta peningkatan komunikasi antara Ketua Umum KONI dengan seluruh bidang.
“Konsolidasi internal harus segera dilakukan agar program berjalan efektif,” katanya.
Tak kalah penting, forum juga menegaskan kedaulatan cabang olahraga (cabor). Ketua cabor disebut sebagai pemegang suara tertinggi dalam menentukan arah kebijakan organisasi. Peran strategis ini dinilai krusial dalam menjaga keberlangsungan serta prestasi olahraga di Sidoarjo.
Rapat yang dihadiri perwakilan seluruh cabor KONI Sidoarjo ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan olahraga daerah ke depan tidak hanya bertumpu pada anggaran, tetapi juga integritas, tata kelola yang baik, serta sinergi antar elemen organisasi.
(Yard)





