KOTA, SIDOARJONEWS.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai mematangkan langkah awal pembangunan Flyover Gedangan dengan membentuk tim pembebasan lahan. Proyek infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi solusi kemacetan yang rutin terjadi di kawasan Gedangan, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.
Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan fokus pemerintah daerah pada tahun ini adalah menyelesaikan seluruh tahapan pengadaan lahan sebelum konstruksi fisik dimulai.
“Bulan ini kita bentuk tim pembebasan lahan terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan sosialisasi kepada warga Gedangan yang lahannya masuk dalam rencana pembangunan,” ujarnya, Kamis, (19/02/2026).
Menurut Subandi, jumlah warga yang terdampak proyek tersebut relatif terbatas, yakni sekitar 160 jiwa. Dengan angka itu, proses pembebasan lahan diyakini dapat dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.
“Kurang lebih ada 160 jiwa yang terdampak. Tidak terlalu banyak, sehingga bisa kita selesaikan bertahap. Yang penting prosesnya sesuai mekanisme,” tegasnya.
Ia memastikan penentuan nilai ganti rugi akan dilakukan secara objektif dengan melibatkan tim appraisal independen. Langkah itu ditempuh agar masyarakat memperoleh kompensasi yang layak dan transparan.
“Nanti appraisal yang menentukan harga wajar tanah dan bangunan. Jadi bukan ditetapkan sepihak. Kami ingin warga merasa haknya dilindungi,” tambahnya.
Tim pembebasan lahan nantinya melibatkan sejumlah unsur lintas sektor, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan, Kepolisian, serta perangkat daerah terkait. Pelibatan berbagai pihak ini dimaksudkan untuk menjamin proses berjalan sesuai aturan dan memiliki kepastian hukum.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo, M. Bahrul Amig, menjelaskan pembangunan Flyover Gedangan merupakan proyek kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Pemkab bertugas menyiapkan lahannya, sedangkan pembangunan fisiknya akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari total estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp340 miliar, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan sekitar Rp200 miliar. Kekurangannya akan diajukan melalui skema pendanaan pusat.
Meski kondisi fiskal daerah tengah tertekan akibat penurunan dana transfer, pembebasan lahan Flyover Gedangan ditegaskan tetap menjadi prioritas agar proyek tersebut dapat direalisasikan sesuai target dan mampu mengurai kepadatan lalu lintas secara signifikan.
(Hnf)





