KOTA, SIDOARJONEWS.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sektor transportasi rakyat dengan menyalurkan 200 unit becak listrik kepada pengemudi becak di Kabupaten Sidoarjo. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/1).
Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko, menyebut bantuan tersebut merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo yang menyasar pengemudi becak berusia lanjut. Program ini dirancang untuk mengurangi beban kerja fisik sekaligus memperpanjang jam operasional para penerima manfaat.
“Becak listrik ini adalah bentuk perhatian Presiden kepada para pengemudi becak lansia agar tetap bisa produktif tanpa terbebani tenaga yang berlebihan,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan PT Pindad untuk memproduksi becak listrik dalam jumlah besar sebagai bagian dari program nasional. Total produksi ditargetkan mencapai 70 ribu unit dan akan diselesaikan secara bertahap hingga 2027.
“Ini bukan program sesaat, tetapi berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengapresiasi bantuan tersebut karena dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil. Ia mengatakan, 200 unit becak listrik itu akan dibagikan secara merata di 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
“Kami memastikan distribusinya adil, sekaligus menyiapkan sarana pendukung agar becak listrik ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” kata Mimik.
Pemkab Sidoarjo, lanjut Mimik, juga telah menjalin koordinasi dengan PLN untuk menyediakan fasilitas pengisian daya gratis di sejumlah titik strategis, seperti pusat kota, alun-alun, kantor kecamatan, hingga kantor partai. Selain itu, pengawasan rutin akan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan bantuan.
“Setiap tiga bulan akan kami cek agar becak ini tidak diperjualbelikan atau dialihkan kepemilikannya,” tegasnya.
Salah satu penerima becak listrik, Juari (61 tahun), pengemudi becak asal Kecamatan Jabon, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Ia menyebut becak listrik membuat pekerjaannya jauh lebih ringan dibandingkan becak konvensional.
“Alhamdulillah. Terima kasih, Pak Prabowo. Sekarang saya tidak capek lagi dan tidak perlu beli bensin. Ini sangat membantu untuk mencari nafkah,” ungkap Juari.
Program becak listrik ini diharapkan menjadi langkah konkret modernisasi transportasi tradisional yang ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak, khususnya kalangan lanjut usia.
(Hnf)





