KOTA, SIDOARJONEWS.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo menyiapkan skema penataan rute angkutan umum sebagai langkah strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sepanjang jalan Aloha–Gedangan hingga Porong. Salah satu fokus utama adalah rencana pengoperasian Trans Jatim melalui jalur bawah (non-tol), dengan tetap memperhatikan keberlangsungan trayek angkutan lain yang sudah beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Budi Basuki, menegaskan bahwa kebijakan ini tidak dilakukan secara sepihak. Dishub Sidoarjo terlebih dahulu menyiapkan rute-rute yang akan ditawarkan kepada vendor atau penyedia jasa angkutan, termasuk melakukan koordinasi lintas kewenangan dengan pemerintah provinsi.
“Kami menyiapkan rute terlebih dahulu. Nanti rute itu akan kami tawarkan kepada vendor atau pihak penyedia jasa angkutan. Harapannya, ketika angkutan lain berkenan menyesuaikan, maka Trans Jatim bisa diarahkan untuk melintas lewat bawah,” ujarnya kepada sidoarjonews.id, Selasa, (13/01/2026).
Menurutnya, jika Trans Jatim langsung dipaksakan melintas jalur bawah tanpa penataan yang matang, hal tersebut berpotensi menimbulkan irisan trayek dengan angkutan lain, khususnya angkutan yang melayani jalur Terminal Joyoboyo (Surabaya) – Sidoarjo – Terminal Porong (Sidoarjo) atau biasa disebut angkutan JSP yang saat ini masih aktif melayani masyarakat.
“Kalau Trans Jatim langsung kami arahkan lewat bawah, maka akan beririsan dengan angkutan JSP. Itu yang kami hindari. Maka langkah yang kami tempuh adalah mengkoordinasikan dengan angkutan JSP terlebih dahulu,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo tersebutm
Budi Basuki menambahkan, bahwa trayek angkutan JSP merupakan angkutan dengan kewenangan provinsi karena melayani rute antarkota. Oleh karena itu, Dishub Sidoarjo tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa komunikasi dan koordinasi lintas pemerintah.
“Kewenangan angkutan JSP ada di provinsi karena antarkota. Mereka masih beroperasi sampai sekarang. Maka pendekatan yang kami lakukan adalah koordinasi, bukan menggantikan atau menghilangkan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pada tahap awal, Trans Jatim sebenarnya direncanakan untuk melintas jalur bawah. Namun, rencana tersebut sempat menemui dinamika di lapangan, sehingga diperlukan penyesuaian kebijakan agar tidak menimbulkan konflik trayek maupun gangguan operasional angkutan eksisting.
Sebagai solusi, Dishub Sidoarjo menyiapkan skema pengaturan rute bagi angkutan perdesaan di wilayah Sidoarjo, sambil terus membangun komunikasi dengan operator angkutan JSP. Jika koordinasi tersebut mencapai kesepahaman, maka Dishub Sidoarjo akan melanjutkan pembahasan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pengalihan Trans Jatim ke jalur bawah.
“Ketika sudah ada kesepakatan, kami akan berkoordinasi dengan provinsi agar Trans Jatim bisa melintas lewat bawah dari kawasan Bungurasih, Aloha, Gedangan hingga Porong,” paparnya.
Budi Basuki menilai, pengalihan Trans Jatim ke jalur bawah akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan kepadatan lalu lintas, khususnya di ruas jalan yang selama ini menjadi titik kemacetan harian.
“Kalau lewat bawah, minimal bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di sepanjang Aloha sampai Gedangan. Itu yang menjadi tujuan utama kami,” tandasnya.
Trans Jatim Sidoarjo Masih Andalkan Jalur Tol
Sebagai informasi tambahan, saat ini sebagian layanan Trans Jatim di rute Sidoarjo masih memanfaatkan jalur tol. Skema tersebut dipilih karena kepadatan lalu lintas di jalur arteri bawah yang kerap terjadi pada jam sibuk.
Namun demikian, penggunaan tol juga memiliki konsekuensi, baik dari sisi biaya operasional maupun keterbatasan akses penumpang di kawasan-kawasan tertentu. Oleh sebab itu, opsi pengalihan ke jalur bawah terus dikaji agar pelayanan Trans Jatim dapat semakin optimal sekaligus berdampak positif pada kelancaran lalu lintas di wilayah Sidoarjo.
Dishub Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menjalankan kebijakan transportasi yang berimbang, tidak hanya mengutamakan angkutan massal, tetapi juga menjaga keberlanjutan angkutan umum yang telah lama beroperasi dan menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.
(Yard)





