Friday, February 20, 2026
HomePemerintahanGiliran RSUD Notopuro Disidak! Bupati Subandi Kaget Lihat Kondisi Proyek Tak Karuan

Giliran RSUD Notopuro Disidak! Bupati Subandi Kaget Lihat Kondisi Proyek Tak Karuan

KOTA, SIDOARJONEWS.id — Bupati Sidoarjo H. Subandi kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada proyek strategis daerah. Kali ini giliran pembangunan Double Deck Parking di RSUD R.T. Notopuro yang menjadi sorotan tajam orang nomor satu di Kota Delta tersebut.

Sidak yang dilakukan pada Jumat (5/12/2025) itu, ditujukan untuk mencermati langsung kualitas pekerjaan sekaligus mencocokkan progres pembangunan dengan jadwal kontrak yang sudah hampir memasuki batas akhir. Subandi meninjau satu per satu area konstruksi, mulai dari struktur pengecoran, penggunaan material, hingga metode kerja di lapangan.

Dari hasil pengecekan, ia menemukan berbagai ketidaksesuaian yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas bangunan. Mulai dari penggunaan material yang tidak standar, tahapan pekerjaan yang dinilai kurang rapi, hingga lemahnya kontrol dari pihak konsultan pengawas. Temuan tersebut membuatnya menyatakan rasa tidak puas terhadap progres proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 23 miliar itu.

“Melihat kondisi di lapangan, saya sebagai pimpinan daerah merasa kurang puas. Beton itu perlu penyangga yang tepat, dan tripleks tidak boleh dipakai dua kali. Tetapi fakta yang saya lihat, tripleks bekas masih digunakan. Banyak hasil pengecoran yang belum matang dan tidak sesuai standar,” tegas Subandi saat meninjau lokasi.

Selain kualitas pekerjaan, ia juga menyoroti laporan deviasi progres yang disampaikan pihak pelaksana, yang menurutnya tidak sesuai realitas. Pelaksana proyek menyampaikan deviasi sekitar -8%, namun temuan lapangan menunjukkan kondisi yang jauh lebih tertinggal.

“Kalau melihat kenyataannya yang seperti ini, tidak mungkin deviasi -8%. Dalam agenda kita itu -23%, sementara waktu yang tersisa tinggal sekitar 15 hari. Ini harus jadi perhatian serius,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Subandi menegaskan bahwa pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD R.T. Notopuro serta konsultan pengawas harus memperketat pengawasan dan memastikan seluruh pekerjaan sesuai RAB. Ia menambahkan bahwa Pemkab Sidoarjo tidak akan ragu memberikan tindakan tegas kepada kontraktor yang dinilai tidak profesional.

“Kalau nanti tidak selesai, ya blacklist saja dan diberi nilai merah. Pemerintah butuh kontraktor yang bisa bekerja secara benar, bukan yang asal mengejar target tanpa memperhatikan kualitas,” tegasnya.

Subandi menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan harus ditopang oleh fasilitas yang aman, layak, dan nyaman. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat bekerja maksimal demi penyelesaian proyek tepat waktu.

“Semua perbaikan ini tujuannya agar masyarakat Sidoarjo mendapat pelayanan kesehatan terbaik. Fasilitasnya harus representatif, aman, dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tuturnya.

Dengan sisa waktu pekerjaan yang semakin menipis, pengawasan pun akan terus diperketat. Pemerintah memastikan tidak ada kompromi terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi standar, terutama untuk fasilitas pelayanan publik yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, menjelaskan bahwa pembangunan Double Deck Parking merupakan kebutuhan mendesak, mengingat keterbatasan lahan parkir selama ini menjadi keluhan rutin masyarakat dan pasien. Dengan konsep dua lantai, fasilitas parkir tersebut direncanakan mampu menampung sekitar 125 unit mobil dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna layanan rumah sakit.

Atok menambahkan, pihak kontraktor telah diminta mempercepat pengerjaan dengan menambah sekitar 60 pekerja guna mengejar progres yang masih tertinggal. Ia memastikan pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga.

(Yard)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,204FansLike
27,161FollowersFollow
37,400FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER