Sabtu, Agustus 30, 2025
BerandaPolitikCakada dari PDIP Diminta Naikan Elektabilitas untuk Dapat Rekom di Pilkada Sidoarjo

Cakada dari PDIP Diminta Naikan Elektabilitas untuk Dapat Rekom di Pilkada Sidoarjo

KOTA, SIDOARJONEWS.id – Ada 11 nama yang resmi mendaftar sebagai calon kepala daerah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Pilkada Sidoarjo 2024.

Dari 11 nama tersebut dua diantaranya Muhammad Sholeh dan Sugiono Adi Salam mendaftar sebagai bakal calon bupati dan 9 orang lainnya sebagai bakal calon wakil bupati Sidoarjo.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Samsul Hadi, mengatakan saat ini sedang dilakukan penyaringan terhadap nama-nama yang mendaftar sebagai calon kepala daerah dari partai berlogo banteng moncong putih itu.

“Setelah ada penjaringan ditutup, kami melakukan penyaringan terhadap nama-nama yang sudah mendaftar,” katanya saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp pada Senin (27/5/2023).

Samhad sebutan Samsul Hadi menjelaskan, penyaringan tersebut untuk melihat keseriusan dari pencalonannya. Saat ini mereka juga diminta turun kepada masyarakat, bersosialisasi dan seterusnya.

“Kami juga minta kepada mereka untuk turun kepada masyarakat, karena PDIP ini partainya wong cilik. Maka mereka harus turun mendengar dan menyerap aspirasi dari masyarakat Sidoarjo,” jelasnya.

Sebelum mengeluarkan rekom di Pilkada, Samhad menegaskan, bahwa salah satu tolak ukurnya memiliki popularitas dan elektabilitas yang cukup.

Dalam mengukur popularitas dan elektabilitas itu, DPC PDIP Sidoarjo akan dilihat dari hasil survei internal. “Salah satu tolak ukurnya adalah hasil survei dan respon dari masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Samsul Hadi ibarat permainan sepak bola masih seleksi dan pemanasan sebelum bertanding. Diukur juga kemampuan dan cara mengolah si kulit bundar. Sehingga pada pertandingan 27 November besok bisa mengalahkan lawan.

“Untuk siapa yang akan di rekom tahapannya masih jauh, tapi yang jelas kami serius usung calon,” jelasnya.

Disinggung soal apakah Achmad Amir Aslichin atau Mas Iin mendaftar ke DPP PDIP, Samsul tidak menjawab. “Itu kewenangan DPP, kalau saya jawab bisa offside,” ungkapnya.

Samsul Hadi juga enggan membeberkan partai apa saja yang sudah menjalin komunikasi untuk berkoalisi di Pilkada besok.

Sebab dengan jumlah 9 kursi legislatif, mau tidak mau, DPC PDIP harus bekerjasama dengan partai lain untuk bisa mencapai minimal 10 kursi untuk mengusung paslon di Pilkada.

“Kalau disampaikan sekarang bisa saja diambil orang lain. Tunggu saja nanti di bulan Agustus,” pungkasnya. (ipung)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI

9,232FansSuka
26,623PengikutMengikuti
35,500PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA POPULER