Thursday, February 19, 2026
HomePemerintahanMeski Terlambat, Kontraktor Klaim Proyek Crossing Trosobo Sudah Rampung 80 Persen

Meski Terlambat, Kontraktor Klaim Proyek Crossing Trosobo Sudah Rampung 80 Persen

TAMAN, SIDOARJONEWS.id – Pihak kontraktor pelaksana proyek crossing saluran air di Jalan Raya Trosobo mengklaim progres pekerjaan telah mencapai 80 persen, meski proyek tersebut masih mengalami keterlambatan penyelesaian. Hal itu disampaikan Koordinator Pelaksana I, Agung, saat mendampingi inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati Sidoarjo, Minggu (14/12).

Agung menjelaskan, secara teknis pekerjaan utama pengecoran dan bagian bawah konstruksi telah selesai. Namun, kendala muncul akibat jebolnya tanggul tanah di area yang terhubung dengan badan aspal, sehingga perlu penanganan tambahan.

“Untuk pengecoran sudah selesai, bagian bawah juga sudah selesai. Tapi tanggul tanah yang bagian aspal itu jebol,” ujar Agung.

Ia menyebut, dampak jebolnya tanggul sempat menyebabkan genangan air cukup tinggi di kawasan permukiman sekitar, termasuk di wilayah Perumahan Citra Harmoni dan sekitarnya.

“Air sempat naik hampir setengah meter dan menggenangi perumahan. Makanya besok rencana kami menata total bagian pelimpahan air, baru setelah itu satu hari kami tutup bagian depan,” jelasnya.

Selain kondisi teknis, cuaca menjadi kendala utama dalam percepatan pekerjaan. Menurut Agung, hujan dengan durasi singkat saja dapat langsung meningkatkan debit air secara signifikan.

“Kalau satu hari ini nggak hujan, kita aman kerja. Tapi hujan setengah jam saja, air sudah hampir di atas Double U-Box (DUB). Kedalaman DUB itu sekitar 4,5 meter, air sungai bisa naik sampai 3 meter,” terangnya.

Terkait percepatan, Agung menegaskan tidak ada penambahan tenaga kerja secara signifikan karena pekerjaan lebih mengandalkan alat berat. Saat ini, seluruh peralatan utama telah disiapkan di lokasi.

“Kalau pekerja kita maksimalkan alat saja. Crane dan DUB sudah siap semua, karena posisi bawah sudah selesai,” katanya.

Ia menargetkan proyek tersebut dapat diselesaikan paling cepat pada 20 Desember 2025, setelah dikerjakan selama kurang lebih dua bulan terakhir.

Sementara itu, dari sudut pandang Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bupati Subandi, menegaskan bahwa keterlambatan proyek tetap menjadi catatan penting. Meski memahami kendala cuaca dan teknis di lapangan, ia meminta agar sisa waktu kontrak dimaksimalkan serta menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Ini harapan ke depan proyek serupa tidak lagi dikerjakan di musim hujan dan berdampak pada masyarakat.

(Hnf)

 

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,204FansLike
27,160FollowersFollow
37,400FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER