Thursday, March 5, 2026
HomePeristiwaDetik Menegangkan, Tim SAR Suplai Oksigen untuk Santri yang Terjebak di Balik...

Detik Menegangkan, Tim SAR Suplai Oksigen untuk Santri yang Terjebak di Balik Reruntuhan

BUDURAN, SIDOARJONEWS.id – Harapan masih menyala di tengah puing-puing reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga Selasa (30/9/2025) sore, Tim SAR gabungan terus berjibaku mengevakuasi puluhan santri yang diduga masih terjebak di bawah bangunan yang ambruk saat proses pengecoran lantai tiga.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan bahwa pada saat musala roboh, terdapat sekitar 140 santri di lokasi. Dari jumlah tersebut, 102 orang berhasil dievakuasi, sementara 38 santri lainnya diperkirakan masih tertimbun reruntuhan.

“Pagi tadi kami sempat berhasil melakukan komunikasi dengan salah satu santri yang terjebak di dalam reruntuhan. Hal ini menjadi harapan besar bahwa beberapa korban masih dalam kondisi hidup,” ungkap Nanang.

Ia menambahkan, korban yang sempat diajak berkomunikasi langsung diberi suplai oksigen, makanan, dan minuman untuk menjaga stamina hingga proses evakuasi tuntas.

“Kami optimis masih bisa menyelamatkan korban lainnya. Proses evakuasi terus berjalan,” tegasnya.

Sejauh ini, dari 11 santri yang berhasil diselamatkan, satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Dengan demikian, hingga kini total korban meninggal dunia akibat insiden tersebut tercatat sebanyak tiga orang.

Untuk memperlancar proses pencarian, area sekitar musala yang roboh diperluas dan disterilkan dari kerumunan warga. Menurut Nanang, hal ini dilakukan karena petugas harus sangat fokus pada suara maupun tanda-tanda dari dalam reruntuhan.

“Petugas sangat sensitif terhadap suara. Karena itu, kami minta masyarakat tidak mendekat atau membuat keributan di sekitar lokasi,” imbuhnya.

Meski dua alat berat sudah disiagakan, penggunaannya masih menunggu instruksi karena kondisi reruntuhan dianggap rawan.

“Risiko bangunan runtuh kembali masih tinggi. Tapi kami tetap berkomitmen melakukan evakuasi seaman dan seterukur mungkin,” jelas Nanang.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti posko darurat yang didirikan di asrama putri Kampus 2 Al Khoziny. Ratusan wali santri tampak menunggu cemas kabar anak-anak mereka. Posko ini dilengkapi dapur umum, layanan kesehatan, serta area istirahat bagi keluarga korban maupun relawan.

Penyebab pasti robohnya bangunan berusia 10 bulan tersebut masih dalam penyelidikan Tim Inafis Polda Jawa Timur. Namun, dugaan sementara mengarah pada lemahnya struktur atap kayu yang tidak mampu menahan beban pengecoran lantai tiga.

Masyarakat berharap proses evakuasi berjalan cepat, dan para korban yang masih terjebak dapat segera diselamatkan. Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih terus bekerja tanpa henti, berpacu dengan waktu di bawah tekanan kondisi bangunan yang rapuh. (Ard)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,201FansLike
27,143FollowersFollow
37,400FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER