Minggu, Agustus 31, 2025
BerandaRagam SidoarjoRamadhan Bulan Membaca

Ramadhan Bulan Membaca

KOTA, SIDOARJONEWS.id — Mengapa ayat yang pertama kali turun bukanlah ayat tentang kewajiban shalat, bukan juga keharusan berpuasa, bukan pula tuntutan untuk menunaikan zakat dan haji.

Bukan, bukan itu!

Lantas,apakah shalat, zakat, puasa, dan haji itu tidaklah penting?

Ya, penting. Namun, ada yang lebih penting dari itu semua, apakah itu? Iqro’!.

Membaca, memahami, mengolah data, mencerna informasi, membongkar mindset, mengukur diri, menambah wawasan, mengaji, berkumpul dengan orang-orang baik, dan aktivitas-aktivitas sejenisnya.

Bisa anda bayangkan orang salat 100 rakaat tapi belum pernah mengaji bab salat sedikit pun? Kemudian, setelah itu, tiba-tiba ia merasa menjadi mahluk paling suci dan paling benar sedunia.

Bisa anda bayangkan, orang yang capek-capek berpuasa tapi belum pernah membaca atau mengaji fiqh puasa sedikit pun.

Bisa anda bayangkan, orang yang bergairah dalam menunaikan zakat, akan tetapi tidak tahu berapa yang harus ditunaikan dan pada siapa seharusnya zakat itu diberikan?

Bisa anda bayangkan, orang yang haji berkali-kali tapi tetap korupsi, menjegal, menipu dan menindas karena tidak pernah mengkaji makna dan fungsi haji sesungguhnya.

Bukankah orang Yahudi dan Nasrani dulu juga beribadah? Menunaikan shalat dan menjalankan puasa.

Sebenarnya apa yang perlu diluruskan dari “Agama” mereka, sehingga Islam harus mengklaim sebagai Agama paripurna yang menyempurnakan Agama sebelumnya?

Nabi Muhammad SAW. Pernah berkata :

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

Artinya:
Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar Al Qur’an dan (kemudian) mengajarkannya. (HR: Al Bukhari).

Manusia terbaik bukanlah mereka yang paling banyak salatnya, rajin puasanya, berjilid-jilid hajinya, berlipat-lipat zakatnya. Akan tetapi yang terbaik adalah mereka yang mau belajar, mengaji pada para ulama dan untuk kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengkaji (ta’allam) Al Qur’an tentu tidak sama dengan membaca (tilawah). Meskipun, membaca dan mengkaji adalah dua aktivitas yang saling terkait dan tidak terpisahkan.

Banyak orang yang mampu membaca namun belum mampu memahami. Juga tidak sedikit orang yang telah paham namun belum mampu memetakan, menghubungkan dengan realitas (kehidupan), dan menerapkan nya menjadi sebuah gerakan yang menyelematkan, memberdayakan, dan mensejahterakan.

“Barangsiapa yang menapaki sebuah jalan dalam rangka mencari pencerahan (ilmu) maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. dan Para Nabi tidak mewariskan aset berupa dinar maupun dirham akan tetapi mereka hanya mewarisi ilmu”, dalam sebuah riwayat yang lain.

Allahumma Innaka ‘Afuwwun Karim.

(*/Ipung)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI

9,233FansSuka
26,623PengikutMengikuti
35,500PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA POPULER