Sunday, March 15, 2026
HomeSosokSujani “Buwas” Serukan Gerakan Warga Aktif Bangun Sidoarjo, Perkuat Peran RPS sebagai...

Sujani “Buwas” Serukan Gerakan Warga Aktif Bangun Sidoarjo, Perkuat Peran RPS sebagai Jembatan Publik

KOTA, SIDOARJONEWS.id – Ketua Ruang Publik Sidoarjo (RPS), Sujani, yang dikenal luas dengan sebutan Buwas (Bupati Swasta), menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Seruan tersebut disampaikan dalam suasana santai namun sarat makna saat perayaan ulang tahunnya ke-56 yang digelar di pusat kuliner Sidoarjo, Warung Alas Kuto, Sabtu (17/01/2026).

Sujani berharap, bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila hanya bertumpu pada peran Bupati dan Wakil Bupati. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh partisipasi warga, mulai dari kepedulian sosial hingga aksi gotong royong di lingkungan masing-masing.

“Kalau hanya mengandalkan Bupati dan Wakil Bupati, itu sangat jauh dari berhasil. Harapannya semua elemen masyarakat ikut terlibat, sebisanya dan semampunya, baik dengan tenaga, pikiran, maupun kepedulian,” ujar Sujani.

Ia menyoroti persoalan yang kerap dihadapi warga Sidoarjo, seperti banjir musiman, saluran air tersumbat, hingga jalan berlubang dan cekungan yang membahayakan pengguna jalan. Menurut Sujani, sebagian persoalan tersebut sebenarnya dapat diminimalkan melalui peran aktif masyarakat tanpa harus selalu menunggu intervensi pemerintah.

“Pemerintah butuh proses, sementara di lapangan kadang perlu tindakan cepat. Misalnya ada jalan berlubang yang berbahaya, warga bisa menutup sementara dengan material seadanya. Atau rajin membersihkan selokan dan saluran air, itu sangat berpengaruh terhadap potensi banjir,” jelasnya.

Sosok Sujani dan Lahirnya “Bupati Swasta”

Nama Sujani bukan figur baru dalam dinamika sosial dan advokasi publik di Sidoarjo. Sejak sekitar 2020, ia dikenal aktif mengkritisi kebijakan publik secara terbuka namun tetap konstruktif. Dari kegelisahannya melihat kebuntuan komunikasi antara pemerintah, masyarakat, LSM, ormas, komunitas, hingga pejabat publik, lahirlah gagasan membangun ruang dialog lintas sektor yang kini dikenal sebagai Ruang Publik Sidoarjo (RPS).

RPS berkembang menjadi forum komunikasi terbuka yang melibatkan bupati dan wakil bupati, anggota DPRD, kepala dinas, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, aktivis, komunitas, hingga insan pers. Forum ini berfungsi sebagai ruang mediasi, diskusi, dan pencarian solusi atas berbagai persoalan publik yang sebelumnya kerap berlarut-larut.

Dari peran sosial tersebut, Sujani kemudian menyematkan istilah “Bupati Swasta” pada dirinya. Ia menegaskan, istilah itu bukan jabatan struktural, melainkan identitas gerakan sosial.

Bupati Swasta merupakan akronim dari Berjuang untuk Pastikan Hati dan Suara Warga Sidoarjo Tercinta.

“Kalau pemerintah berpihak pada rakyat, kita dukung. Tapi kalau masyarakat dirugikan, kita wajib mengingatkan. Itu fungsi moral kami,” tegasnya.

Lapor Buwas, Kanal Aduan Publik Berbasis Jejaring

Sebagai bagian dari kerja RPS, Sujani juga menginisiasi program “Lapor Buwas”, yakni kanal aduan masyarakat berbasis jejaring komunikasi. Melalui mekanisme ini, warga dapat menyampaikan berbagai persoalan mendesak, mulai dari pohon tumbang, jalan rusak, potensi kecelakaan, hingga kendala layanan publik seperti keterbatasan kamar rumah sakit.

“Laporan bisa ke saya langsung atau disampaikan di grup RPS supaya diketahui banyak pihak. Kita memang belum punya kantor, tapi ruang aduan kita buka secara terbuka,” ujarnya.

Ia mengakui tidak semua laporan dapat diselesaikan secara sempurna. Namun, keberadaan ruang komunikasi lintas sektor dinilai mampu mempercepat respons dan membuka jalur solusi yang sebelumnya tertutup.

RPS Awards, Apresiasi 17 Tokoh Setiap Tahun

Selain berfungsi sebagai ruang advokasi dan aduan publik, Ruang Publik Sidoarjo (RPS) juga secara konsisten membangun budaya apresiasi melalui program tahunan bertajuk RPS Awards. Dalam ajang ini, sebanyak 17 tokoh dari berbagai latar belakang diapresiasi setiap tahun atas dedikasi, integritas, dan kontribusi nyatanya bagi masyarakat Sidoarjo.

Buwas Sujani saat memberikan sambutan dalam acara RPS Award IV 2025 / Foto: istimewa
Buwas Sujani saat memberikan sambutan dalam acara RPS Award IV 2025 / Foto: istimewa

Tokoh-tokoh yang menerima RPS Awards berasal dari unsur pemerintahan, legislatif, aparatur pelayanan publik, tokoh masyarakat, aktivis sosial, hingga figur komunitas. Penilaian dilakukan berdasarkan dampak nyata di lapangan, keberpihakan pada kepentingan publik, serta konsistensi dalam melayani masyarakat.

Hingga saat ini, RPS Awards telah diselenggarakan empat kali dan dinilai menjadi instrumen moral untuk mendorong kinerja yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi sehat dalam pelayanan publik.

“Di dalam RPS banyak tokoh dan pejabat. Kita merasa perlu memberikan penghargaan kepada mereka yang benar-benar bekerja dan memberi manfaat. Ini bentuk dukungan agar semangat melayani tidak padam,” kata Sujani.

Ia menegaskan, RPS Awards bukan sekadar seremoni, melainkan pesan sosial bahwa kerja nyata untuk masyarakat selalu memiliki nilai dan layak diapresiasi.j

Melalui momentum ulang tahunnya ke-56, Sujani kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga peran RPS dan Bupati Swasta sebagai jembatan kepentingan antara masyarakat dan pemerintah. Ia berharap semangat gotong royong, keterbukaan, dan kepedulian sosial terus menguat demi terciptanya tata kelola daerah yang responsif, inklusif, dan berpihak pada warga.

(Yard)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,204FansLike
27,127FollowersFollow
37,300FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER