HomeHukum & KriminalitasSoroti Kasus Miras dan HIV/AIDS, Para Ulama di Sidoarjo Desak Pemerintah Bertindak...

Soroti Kasus Miras dan HIV/AIDS, Para Ulama di Sidoarjo Desak Pemerintah Bertindak Tegas

SIDOARJO – Peredaran minuman keras (miras) ilegal dan tingginya angka penyakit masyarakat (pekat) di Kota Delta memicu respons keras dari kalangan ulama. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo segera mengambil tindakan tegas.

Desakan itu disampaikan langsung Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin di hadapan Bupati Sidoarjo Subandi saat pertemuan silaturahmi di Kantor PCNU Sidoarjo, Rabu (29/7).

Kiai Zainal menegaskan, peredaran miras yang menjamur hingga ke warung-warung dan kafe tanpa izin telah merusak moral generasi muda. Hal tersebut berbanding lurus dengan maraknya pergaulan bebas yang memicu lonjakan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo.

”Situasi ini memerlukan tindakan tegas. Kami mendorong Pemkab Sidoarjo lebih proaktif. Jangan hanya berhenti pada rapat-rapat evaluasi berulang, tetapi langsung eksekusi tindakan nyata yang berdampak di masyarakat,” tandas Kiai Zainal.

Menurut dia, razia rutin dan penertiban regulatif harus masif dilakukan Satpol PP bersama instansi terkait untuk menutup ruang gerak toko maupun warung penjual miras ilegal.

Dalam pertemuan itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan komitmennya untuk ‘bersih-bersih’ pekat. Di depan jajaran pengurus PCNU, ulama, serta jajaran forkopimda yang hadir dalam pertemuan itu, Bupati Subandi berjanji mengambil tindakan tegas.

Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan itu. Termasuk Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasik, Ketua Dewan Syuro DPC PKB KH Nur Kholis Misbah, Pengasuh Ponpes Al-Khoziny KH Abussalam, dan sejumlah tokoh lainnya.

”Pemerintah akan mengambil tindakan tegas berupa penutupan operasional, baik terhadap tempat usaha miras skala besar maupun warung kopi dan kafe ilegal,” tegas Subandi.

Ia memastikan Pemkab Sidoarjo bakal menginstruksikan jajaran kecamatan hingga pemerintah desa untuk aktif menyisir wilayah masing-masing melalui inspeksi mendadak (sidak) berkala. Sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) ini dipastikan murni untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Sidoarjo dari ancaman penyakit masyarakat.(tof)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,285FansLike
26,799FollowersFollow
37,300FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER