KOTA, SIDOARJONEWS.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara resmi melantik 80 kepala desa (kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang digelar pada 24 Mei 2026. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo pada Senin (29/6/2026) pagi.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi, didampingi Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolresta Sidoarjo, Dandim, serta para camat se-Kabupaten Sidoarjo.
Dalam arahannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah yang diberikan masyarakat sekaligus mandat dari Allah SWT. Oleh karena itu, seluruh kepala desa yang baru dilantik diminta menjaga integritas sejak hari pertama mengemban tugas.
” Oleh karena itu, saya meminta seluruh Kades yang dilantik untuk langsung menjaga integritas sejak detik pertama menjabat,” pintanya.
Selain menekankan pentingnya integritas, Bupati juga mengajak seluruh kepala desa untuk mengakhiri seluruh dinamika politik yang terjadi selama pelaksanaan Pilkades. Menurutnya, setelah proses demokrasi selesai, seluruh elemen masyarakat harus kembali bersatu demi membangun desa masing-masing.
“Runtuhkan sekat-sekat perbedaan. Tidak ada lagi nomor urut yang kemarin. Sekarang panjenengan sudah dilantik. Setelah pulang, bareng-bareng sama nyonyanya sowan ke paslon-paslon yang kemarin lawan panjenengan, rangkul bareng. Sudah tidak ada lawan, sekarang adanya kawan,” tegas Bupati Subandi.

Data Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mencatat, dari 80 kepala desa yang dilantik, hanya 17 kepala desa petahana atau incumbent yang kembali dipercaya masyarakat. Sementara itu, mayoritas merupakan wajah baru, termasuk sejumlah mantan sekretaris desa maupun mudin yang kini mendapat amanah sebagai kepala desa.
Melihat banyaknya kepala desa baru yang belum memiliki pengalaman dalam birokrasi pemerintahan, Bupati Subandi meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama para camat segera memberikan pembekalan kepada seluruh kepala desa yang baru dilantik. Menurutnya, pembinaan tidak harus menunggu pelaksanaan bimbingan teknis resmi dari pemerintah daerah. Pembekalan dasar mengenai tugas, fungsi, serta regulasi pemerintahan desa dinilai penting agar para kepala desa dapat menjalankan roda pemerintahan secara benar sejak awal masa jabatan.
“Tolong pembinaan teman-teman kepala desa. Jangan nunggu bimbingan teknis (bimtek) resmi dari pemerintah daerah. Minimal dikasih pembekalan dulu karena biasanya kades baru itu energinya luar biasa, tapi minimal harus dikasih fondasi aturan tugas dan fungsinya agar mereka selamat dalam menjalankan pemerintahan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga situasi tetap kondusif selama pelaksanaan Pilkades Serentak 2026. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada jajaran Kepolisian dan TNI yang mengawal seluruh tahapan Pilkades sehingga berlangsung aman, tertib, dan damai tanpa konflik yang berarti.
Menanggapi adanya pihak yang berencana menempuh jalur hukum maupun perdata terkait hasil Pilkades, Bupati Subandi menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang sah dalam negara hukum. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses pelantikan tetap harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Namun, saya menggarisbawahi bahwa proses pelantikan harus tetap berjalan sesuai aturan. Saya juga berpesan agar setiap calon menanamkan prinsip ‘siap menang dan siap kalah’ agar tidak terjadi kekecewaan di belakangnya,” jelasnya.
Menutup arahannya, Bupati Subandi mengingatkan bahwa tata kelola pemerintahan desa saat ini telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya, khususnya pada rentang tahun 2008 hingga 2014. Menurutnya, seluruh sistem pemerintahan desa kini telah bertransformasi menuju digitalisasi sehingga seluruh kepala desa dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saat ini, seluruh sistem pengelolaan tata kelola pemerintahan telah beralih menggunakan sistem digitalisasi. Saya berharap para kades baru dapat cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi ini, demi mewujudkan kemajuan desa masing-masing melalui kebersamaan dan kekompakan,” harap Bupati Subandi.
Dengan pelantikan tersebut, sebanyak 80 kepala desa resmi memulai masa kepemimpinan baru di wilayahnya masing-masing. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap seluruh kepala desa dapat menjalankan amanah dengan menjunjung integritas, memperkuat persatuan masyarakat, serta mampu mengembangkan pemerintahan desa yang adaptif terhadap transformasi digital.
(Yard)





