Thursday, February 19, 2026
HomePemerintahanKedungbanteng Banjir Lagi, Pemerintah Siapkan Dua Posko Pengungsian

Kedungbanteng Banjir Lagi, Pemerintah Siapkan Dua Posko Pengungsian

TANGGULANGIN, SIDOARJONEWS.id – Banjir kembali menggenang di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (26/12/2025). Banjir terjadi setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut Kamis (25/12/2025) sore kemarin.

Banjir yang terjadi kali ini disebut lebih tinggi dibandingkan kejadian serupa pada tahun 2024 lalu. Ketinggian air yang menggenang di sana mencapai 35 centemeter hingga 40 centimeter.

Kepala Desa Kedungbanteng Budinono mengungkapkan, tingginya debit air terlihat dari genangan yang sudah masuk ke sejumlah rumah warga, termasuk rumahnya sendiri.

“Banjir tahun lalu, air belum sampai memasuki area permukiman tersebut. Sedangkan kali ini memang lebih tinggi. Rumah saya yang sebelumnya aman, sekarang sudah kemasukan air,” ujar kades Budiono.

Menurut dia, sejak pagi hari, pihak desa bersama petugas keamanan setempat melakukan pendataan serta koordinasi dengan warga yang rumahnya masih tergenang banjir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan dari banjir yang belum sepenuhnya surut.

Dari pendataan diketahui beberapa warga telah melapor dan menyatakan keinginan untuk mengungsi sementara, terutama pada malam hari. Hal itu disebabkan kondisi rumah yang tidak lagi kondusif untuk ditinggali.

“Ada warga yang mengeluh tidak bisa tidur dengan nyaman, sehingga meminta solusi tempat mengungsi sementara,” katanya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah desa berencana membuka posko pengungsian seperti yang dilakukan pada banjir tahun 2024 lalu. Dua lokasi telah disiapkan, yakni Balai Desa Kedungbanteng dan TPQ Muhammadiyah Kedungbanteng.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Pemkab untuk membuka dua posko pengungsian agar warga punya tempat yang aman,” jelasnya.

Selain pengungsian, pihak desa juga menaruh perhatian pada persoalan sanitasi dan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. Kepala desa menyebut, koordinasi telah dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ia berharap, dengan dibukanya posko pengungsian dan dukungan lintas instansi, dampak banjir dapat ditekan dan warga bisa mendapatkan perlindungan yang layak selama kondisi belum memungkinkan untuk kembali beraktivitas normal. (Hnf)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,204FansLike
27,160FollowersFollow
37,400FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER