KOTA, SIDOARJONEWS.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo menyebutkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Delta sebesar 8,5 persen di tahun 2023.
Dari data BPS tersebut diketahui rentang umur pencari kerja yang paling tinggi dikuasai generasi millenial, antara usia 25-29 tahun, jumlahnya 47.039 orang. Urutan kedua, para pencari kerja. Umurnya berkisar antara 20-24 tahun jumlahnya diangka 5.489 orang.
Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo sudah melakukan langkah-langkah taktis untuk menyerap para pencari kerja di kota delta, salah satunya melalui job matching. Yaitu mempertemukan para pencari kerja dengan perusahan.
Job matching sendiri menyasar siswa kejuruan, utamanya SMK. Tujuannya, ketika lulus, sudah bisa langsung mendapat kerja. Sehingga mengurangi pengangguran.
“Kami sudah adakan job matching di sejumlah sekolah SMK, namun peminat masih minim,” ujar Kepala Bidang Perencanaan dan Penempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, Yulita Indah Prasetiari pekan lalu.
Yulita menjelaskan, dari 1.180 lowongan kerja yang tersedia untuk generasi Z selama job matching, ternyata hanya 321 yang mengajukan lamaran. Itu yang mengajukan lamaran saja, belum tentu diterima di perusahan tersebut.
“Generasi millenial disini itu memang agak unik. Kita sudah carikan lowongan kerja tapi mereka kurang antusias,” ujarnya.
Kenapa bisa sepi peminat? Kepala Bidang Perencanaan dan Penempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, Yulita Indah Prasetiari, mengatakan, kecilnya minat anak muda Sidoarjo karena lokasi tempat kerja yang jauh. Mereka ingin bekerja yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Ditambah lagi, para perusahaan lebih suka mempekerjakan orang dari luar daerah. Alasannya gampang diatur dan semangat kerja tinggi. “Dari laporan teman-teman HRD anak Sidoarjo susah diatur, tapi mau bayaran tinggi,” ungkapnya.
Disamping itu, jenis pekerjaan mereka juga pilih-pilih. Mereka ingin bekerja sesuai dengan fashionnya bukan posisi jabatan yang rendah.
Data BPS Sidoarjo dari 1.081.720 penduduk Sidoarjo dari umur 15 tahun yang bekerja paling banyak bekerja di sektor jasa, 686.869 orang, sektor industri 367.984 orang dan sektor pertanian 26.867 orang.
“Mereka inginnya kerja gampang dengan salary yang tinggi,” katanya.
“Ini menjadi PR bagi Disnaker untuk membekali anak-anak dengan mental yang lebih kuat,” pungkasnya. (ipung)