Sunday, March 15, 2026
HomePeristiwaViral Kostum Mahabarata Saat Bukber, Sekda Sidoarjo Akhirnya Buka Suara dan Minta...

Viral Kostum Mahabarata Saat Bukber, Sekda Sidoarjo Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf

KOTA, SIDOARJONEWS.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Feny Apridawati, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah video dirinya mengenakan kostum bertema “Mahabarata” dalam acara buka bersama di Mahabarata Palace, Graha Unesa Surabaya, viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan agenda pemerintahan dan tidak menggunakan anggaran daerah.

Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial memperlihatkan Feny Apridawati mengenakan kostum bernuansa Mahabarata saat menghadiri acara buka puasa bersama yang dihadiri sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. Tayangan tersebut kemudian memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat.

Menanggapi polemik yang berkembang, Feny menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia mengaku tidak menyangka kegiatan yang dihadirinya secara pribadi tersebut akan menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.

“Saya mohon maaf yang setulus-tulusnya atas kegaduhan ini. Hal tersebut sama sekali tidak saya duga sebelumnya,” ujar Feny dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Feny menjelaskan kehadirannya dalam acara tersebut murni karena undangan pribadi dari seorang sahabatnya, Trisulowati alias Chinchin. Ia juga mengatakan kegiatan itu berkaitan dengan promosi tempat makan bertema Mahabarata yang berada di kawasan Graha Unesa Surabaya.

Menurutnya, dirinya diminta mengenakan kostum yang telah disiapkan oleh penyelenggara sebagai bagian dari pembuatan video promosi dengan menyesuaikan dekorasi lokasi yang mengusung tema Mahabarata.

“Saya diminta memakai kostum yang sudah disediakan untuk pembuatan video promosi. Karena temanya Mahabarata, maka kostumnya menyesuaikan dengan dekorasi tempat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan kostum tidak diwajibkan bagi seluruh tamu yang hadir. Hanya beberapa orang saja yang bersedia mengenakan kostum tersebut.

Feny turut memastikan kegiatan buka bersama tersebut tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo.

“Saya tegaskan kegiatan itu tidak menggunakan APBD. Ini undangan pribadi sekaligus silaturahmi di bulan Ramadan,” katanya.

Ruang ganti baju ala "Mahabarata" yang disebut disediakan pengelola / Foto: istimewa
Ruang ganti baju ala “Mahabarata” yang disebut disediakan pengelola / Foto: istimewa

 

Sementara itu, pengelola Graha Unesa, Trisulowati alias Chinchin, turut memberikan klarifikasi terkait polemik yang berkembang di media sosial. Ia membantah anggapan yang menyebut acara tersebut digelar secara mewah oleh Sekda Sidoarjo dengan menyewa gedung menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Menurutnya, kegiatan bertema Mahabarata tersebut merupakan konsep yang ia buat sendiri untuk menarik minat masyarakat berkunjung selama bulan Ramadan.

“Yang dinarasikan di media sosial seolah-olah Bu Feni menyewa gedung ini, itu tidak benar. Gedung ini memang saya yang mengelola dan siapa saja bisa datang untuk buka bersama di sini,” jelasnya.

Chinchin menegaskan, bahwa dirinya mengundang Feny secara pribadi sebagai teman, bukan dalam kapasitas jabatan sebagai pejabat daerah. Ia juga menyebut undangan serupa diberikan kepada sejumlah rekannya yang lain.

Ia menambahkan konsep dekorasi Mahabarata di Graha Unesa muncul secara spontan setelah mendapat inspirasi dari anaknya yang berada di London. Saat itu, istilah “Istana Mahabarata” sempat viral di media sosial sehingga ia memutuskan menghadirkan konsep dekorasi serupa di tempat yang dikelolanya.

Konsep tersebut, lanjutnya, hanya bersifat sementara selama Ramadan sebagai upaya memperkenalkan Graha Unesa kepada masyarakat luas. Setelah Lebaran, dekorasi dan konsep tempat tersebut rencananya akan kembali berubah.

Chinchin berharap, masyarakat dapat melihat persoalan ini secara lebih proporsional dan tidak memunculkan asumsi yang keliru terkait kegiatan yang berlangsung. Ia juga mengingatkan bahwa hubungan pertemanan tetap dapat terjalin meskipun seseorang memiliki jabatan di pemerintahan.

(Ard)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,204FansLike
27,128FollowersFollow
37,300FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER