TULANGAN, SIDOARJONEWS.id – Emosi warga Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, meledak hebat pada Selasa (7/1/2026) malam. Seorang pria lanjut usia berinisial M (60) nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah mengakui perbuatannya mencabuli lima anak perempuan, yang masih berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD). Korban seluruhnya merupakan tetangga dekatnya sendiri.
Peristiwa memilukan ini terungkap setelah pengakuan pelaku menyebar di tengah warga. Pelaku M diketahui kerap melakukan tindakan asusila terhadap para korban di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, berdasarkan keterangan sementara, salah satu korban mengalami pencabulan berulang kali di kandang ayam milik pelaku.
Kabar tersebut dengan cepat memicu kemarahan warga dan orang tua korban. Suasana di Balai Desa Medalem berubah tegang ketika pelaku dibawa ke lokasi untuk dimintai keterangan awal. Tangisan keluarga korban bercampur teriakan warga yang geram atas perbuatan tak manusiawi tersebut.
Beruntung, aparat kepolisian dari Polsek Tulangan bergerak cepat mengamankan situasi. Pelaku segera dievakuasi dari balai desa menuju Polresta Sidoarjo untuk mencegah aksi main hakim sendiri.
Salah satu warga Desa Medalem, Ainur, mengungkapkan bahwa selama ini para korban memilih diam dan menutup mulut karena diancam oleh pelaku. Ancaman tersebut membuat anak-anak tidak berani bercerita kepada orang tua mereka.
Ironisnya, kasus ini justru terungkap setelah pelaku menceritakan perbuatannya sendiri kepada rekan kerjanya, saat bekerja sebagai tukang bangunan. Dalam ceritanya, pelaku mengaku pernah melakukan perbuatan asusila terhadap anak-anak perempuan tetangganya.
Cerita tersebut akhirnya menyebar dan sampai ke telinga warga. Setelah dikonfirmasi, para orang tua korban syok berat saat mengetahui anak-anak mereka ternyata menjadi korban pencabulan.
“Semua korban selama ini diam karena diancam. Tapi pelaku sendiri yang membuka cerita ke orang lain. Setelah itu baru ketahuan semuanya,” ujar Ainur.
Mendengar itu, kemarahan warga tak terbendung. Sejumlah warga sempat berusaha mendekati pelaku untuk meluapkan emosi. Polisi yang berjaga langsung membentuk barikade dan mengevakuasi pelaku menggunakan kendaraan dinas menuju Mapolresta Sidoarjo.
“Warga sudah tidak bisa ditahan emosinya. Kalau tidak segera diamankan, pelaku bisa menjadi sasaran amuk massa,” ungkap salah satu petugas di lokasi.
Kasus tersebut kini ditangani secara intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo. Pelaku juga telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara para korban, didampingi keluarga dan petugas guna proses pemulihan psikologis.
Untuk kepentingan penyidikan, seluruh korban telah menjalani visum et repertum di Rumah Sakit Pusdikgasum Porong, Sidoarjo. Polisi memastikan akan menjerat pelaku dengan pasal berlapis sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan atau kejahatan seksual terhadap anak di lingkungan sekitar.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bahwa kejahatan seksual terhadap anak bisa terjadi di lingkungan terdekat, bahkan oleh orang yang selama ini dikenal sehari-hari.
(Yard)





