KOTA, SIDOARJONEWS.id – Puluhan warga Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sidoarjo. Mereka meminta akses jalan warga yang dibangun PT Bernofarm Pharmaceutical dibongkar.
Warga mengaku, bangunan atau pagar yang dibuat PT Bernofarm Pharmaceutical berada di atas jalan desa dan saluran irigasi harus dikembalikan ke fungsinya.
“Kami minta pagar yang dibuat Bernofarm dibongkar dan dikembalikan ke fungsinya,” kata tim advokasi warga Tebel, Dimas Yemahura Alfaraw di DPRD Sidoarjo, Senin (14/8/2023).
Pada September 2022 lalu, sudah pernah dilakukan mediasi antara warga dengan DPRD Sidoarjo, dinas terkait, Pemdes Tebel, dan perwakilan PT Bernofarm serta warga setempat.
Hasilnya, mereka sepakat melakukan pembongkaran pagar yang berdiri diatas tanah sempadan. Namun, dari pengakuan warga, pembongkaran itu tidak pernah dilaksanakan.
“Dulu, sudah ada surat dari camat untuk meminta pembongkaran. Tapi sampai saat ini tidak kunjung dilakukan. Warga sangat kecewa,” ujar Dimas.

Aksi demo warga Tebel yang berlangsung sekira pukul 10.20 WIB tidak ada satupun anggota DPRD Sidoarjo yang menemuinya. Mereka berorasi beberapa menit kemudian bubar.
Kemudian, puluhan warga ini kembali lagi ke DPRD Sidoarjo sekitar pukul 14.00 WIB. Akhirnya, mereka ditemui pimpinan DPRD Sidoarjo, Komisi A, dan Komisi B.
Ada Aliran Dana Ratusan Juta Masuk ke Pemdes Tebel
Dimas Yemahura mengungkapkan, ada aliran dana sekitar Rp 700 juta kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Tebel.
Uang tersebut berasal dari PT Bernofarm Pharmaceutical sebagai bentuk tukar manfaat. “Tapi tukar manfaat sampai sekarang tidak terlaksana,” ungkapnya.
Dia menambahkan, Perdes No.02 tahun 2022 tentang tukar manfaat atas saluran air dan sepadan sepanjang 60 meter dengan PT. Bernofarm Pharmaceutical Company telah dicabut.
“Jika Kades Tebel tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan uang tersebut, maka kami akan melakukan langkah hukum,” ujarnya.
Karena, tambah Dimas, sampai sekarang dengan adanya pembatalan Perdes tidak jelas uang ratusan tersebut digunakan untuk apa?
“Bahkan, ada dugaan, alokasi uang tersebut digunakan untuk wilayah lain, tanpa sepengetahuan warga terdampak,” bebernya.
Komisi A DPRD Sidoarjo Agendakan Sidak
Usai mendengar kronologis permasalahan warga Tebel dengan PT Bernofarm Pharmaceutical, Komisi A DPRD Sidoarjo akan mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.
“Sesuai hasil kesepakatan tadi, kami akan kembali melakukan sidak,” kata Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori.
Menurutnya, warga yang datang menyampaikan aspirasinya itu mengaku tidak pernah dilibatkan dalam mediasi yang masuk dalam berita acara tersebut.
“Tapi sebelum sidak, kami akan berkomunikasi dengan para pihak yang ikut tanda tangan dalam berita acara itu,” jelasnya.
Legislator PKB itu juga ingin memastikan bahwa kasus ini belum masuk ke ranah hukum. Sebab, sebelumnya muncul isu bahwa masalah ini sudah ditangani kejaksaan negeri Sidoarjo.
“Kalau belum masuk ke ranah hukum tentu akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (ipung)