KOTA, SIDOARJONEWS.id — Tim sepak bola PON Jatim penampilannya masih dibilang kurang memuaskan. Ini terpantau dari laga uji coba saat menghadapi tim sepak bola PON dari Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Kamis (01/08/2024) kemarin di Stadion Jenggolo Sidoarjo.
Tim yang diarsiteki Fakhri Husaini dipermalukan oleh lawannya dengan skor telak 1-3. Fakhri mengakui kalau timnya butuh pembenahan termasuk mental tanding dan finishing.
“Uji coba ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Tetap optimis dan saat ini dalam proses menuju starting eleven,” ujarnya usai pertandingan.
Fakhri menambahkan, hasil ini tentu sangat menyedihkan bagi jajaran pelatih. Apalagi PON tinggal satu bulan lagi. Dia berharap, Yoga Wahyu cs, bisa tampil lebih baik dalam tiga kali laga uji coba sebelum mengikuti PON XXI di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) pada bulan September besok.
“Berikutnya, tim kami akan menghadapi tim liga 2, Bhayangkara FC; tim PON Papua Barat dan terakhir, uji coba dengan tim lokal dari Jawa Timur,” ungkapnya.
Selain berpenampilan kurang memuaskan, pelatih yang lahir pada tanggal 27 Juli 1965 ini, menyoal terkait banyaknya hukuman kartu merah. Sebab, tambahnya, dalam tiga kali laga ujicoba terakhir, selalu mendapat kartu merah.
“Ketika lawan PON Sumbar, bermain dengan 10 orang. Hasilnya kami kalah, 1-2. Meski menang 2-1 melawan tim PON Banten, tim Jatim juga diganjar kartu merah. Hal ini patutnya tidak boleh terjadi ketika sudah berkompetisi resmi,” jelasnya.
Faktor leadership di tim PON Jatim juga masih belum ditemukan. Fakhri berharap, ada seorang pemain yang bisa menjadi panutan di lapangan.
“7 pemain inti yang memilih hengkang dari tim PON Jatim ke liga 1 dan liga 2 juga mempengaruhi. Tapi, kami yakin, dengan komposisi yang ada ini, optimis bisa meraih hasil optimal,” pungkasnya.
Tiga gol tim yang dinahkodai Zulkifli Syukur (Sulteng) dicetak oleh Sabir 2 gol dan Wahyu 1 gol. Sedangkan 1 gol dari tim PON Jatim, dicetak Fahmi Arizi lewat titik putih penalti. (Ard)