Tuesday, February 24, 2026
HomePendidikanSekolah Masuk Usai Subuh, Spemduta Taman Dorong Disiplin Siswa di Bulan Ramadan

Sekolah Masuk Usai Subuh, Spemduta Taman Dorong Disiplin Siswa di Bulan Ramadan

 

TAMAN, SIDOARJONEWS.id – Suasana berbeda tampak di SMP Muhammadiyah 2 Taman selama Ramadan 1445 Hijriah. Saat sebagian pelajar identik dengan pola bangun siang ketika berpuasa, sekolah yang dikenal dengan sebutan Spemduta ini justru menerapkan program “Sekolah Subuh” dengan jam masuk lebih pagi dari biasanya.

Kepala sekolah, Muhammad Arif Syaifudin, menjelaskan kebijakan tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan positif di bulan suci. Ia menilai, banyak anak yang kembali tidur setelah salat Subuh sehingga ritme harian menjadi kurang produktif.

“Kami ingin mengubah pola itu. Setelah Subuh seharusnya anak-anak bisa langsung beraktivitas, bukan kembali terlelap,” ujarnya.

Dalam program ini, siswa diwajibkan sudah berada di sekolah pukul 05.30 WIB. Kegiatan pagi diisi dengan aktivitas religius dan pembelajaran ringan agar energi siswa tetap terjaga.

“Harapannya, mereka terbiasa bangun pagi dan memiliki pola hidup yang lebih sehat selama Ramadan,” tambah Arif.

Meski masuk lebih awal, jam pulang dimajukan menjadi pukul 10.00 WIB. Pihak sekolah juga menganjurkan siswa menjalankan sunah qailullah atau tidur siang singkat di rumah.

“Kami tetap mempertimbangkan kondisi fisik anak-anak. Istirahat siang penting agar mereka tetap bugar hingga waktu berbuka,” jelasnya.

Selain Sekolah Subuh, Spemduta membuka program Intensif Ramadan dengan konsep mukim atau menginap di sekolah selama tiga pekan. Dari sekitar 500 siswa, sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan tersebut. Mereka difasilitasi tempat tidur, lemari penyimpanan, hingga matras untuk menunjang kenyamanan.

Selama mukim, para siswa menjalani agenda terstruktur seperti tadarus Al-Qur’an dengan target khatam 30 juz, salat berjamaah lima waktu, latihan pidato (muhadharah), kajian kitab kuning, hingga sahur bersama. Nova Rangga, siswa kelas IX, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Kalau di rumah kadang bangun sahur terlambat. Di sini lebih teratur, tadarus satu juz sehari juga terasa ringan karena dilakukan bersama teman-teman,” katanya.

Menurut Arif, inovasi ini mendapat sambutan positif dari orang tua. Banyak wali murid merasa terbantu karena anak-anak lebih disiplin dan termotivasi menjalani ibadah. Program ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan karakter melalui gerakan “7 Kebiasaan Baik Anak Hebat” yang diusung sekolah.

(Hnf)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,204FansLike
27,157FollowersFollow
37,400FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER