KOTA, SIDOARJONEWS.id – Suasana di Lapas Kelas IIA Sidoarjo mendadak tegang saat petugas gabungan melakukan penggeledahan menyeluruh ke setiap kamar hunian narapidana, Minggu (22/2). Razia tanpa pemberitahuan tersebut digelar sebagai langkah tegas memastikan lingkungan pemasyarakatan steril dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar).
Selain memeriksa kamar, petugas juga menggelar tes urine terhadap ratusan warga binaan. Langkah ini dilakukan sebagai deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat pengawasan internal di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara profesional dan terukur.
“Pemeriksaan ini kami lakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang maupun benda berbahaya yang bisa mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas,” ujarnya.
Menurut Disri, razia merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan rutin dan berkesinambungan. Ia menilai pengawasan ketat menjadi salah satu kunci menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memperkuat integritas jajaran pemasyarakatan.
Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, seperti paralon kecil, kartu remi, dua korek api, kawat, dua botol parfum, kabel, serta gagang sikat gigi yang telah diruncingkan. Seluruh barang tersebut langsung diamankan untuk proses tindak lanjut sesuai prosedur.
Sementara itu, hasil tes urine terhadap warga binaan menunjukkan tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba.
“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan urine seluruhnya negatif. Ini menjadi indikator bahwa pengawasan dan pembinaan yang kami lakukan berjalan efektif,” ungkap Disri.
Ia menambahkan, pelaksanaan razia berlangsung aman dan tertib dengan sikap kooperatif dari para narapidana. “Komitmen kami jelas, pengawasan akan terus ditingkatkan dan kegiatan serupa dilakukan secara berkala demi mewujudkan lapas yang bersih dari Halinar,” pungkasnya.
(Hnf)





