HomePemerintahanDisperindag Sidoarjo Buka Suara Soal Lonjakan Harga Plastik

Disperindag Sidoarjo Buka Suara Soal Lonjakan Harga Plastik

 

KOTA, SIDOARJONEWS.id — Lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan di Kabupaten Sidoarjo. Para pedagang, khususnya di pasar tradisional seperti Pasar Larangan, mengeluhkan kenaikan harga yang dinilai sudah di luar batas kewajaran.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga plastik mengalami kenaikan hingga mencapai 100 persen dari harga normal. Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil dan menengah harus menanggung beban biaya operasional yang semakin tinggi, terutama bagi mereka yang bergantung pada kemasan plastik untuk menunjang penjualan.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, K. Arya Wijojok, menyampaikan bahwa lonjakan harga tersebut dipicu oleh faktor global yang berada di luar kendali pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa bahan baku utama plastik, yaitu naphtha, mengalami kenaikan harga di pasar internasional.

“Kenaikan ini terjadi karena bahan baku utama plastik, yakni naphtha, mengalami lonjakan harga di pasar internasional. Akibat konflik di Timur Tengah serta gangguan distribusi di Selat Hormuz turut memperparah kondisi,” ujar Arya, Rabu, (29/04/2026).

Secara tidak langsung, Arya juga menegaskan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh dalam mengendalikan harga plastik di tingkat lokal. Ia menyebut intervensi harga sepenuhnya berada di ranah pemerintah pusat karena berkaitan dengan kebijakan impor dan dinamika pasar global.

Hasil koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan bahwa harga bahan baku plastik diperkirakan masih akan bertahan tinggi dalam dua bulan ke depan. Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan stok plastik di wilayah Sidoarjo masih aman dan tidak ditemukan indikasi penimbunan.

Sebagai langkah mitigasi, Disperindag mengimbau para pedagang untuk mulai beralih ke alternatif kemasan yang lebih stabil, seperti kertas atau kaca. Selain itu, efisiensi penggunaan kemasan juga disarankan, terutama bagi pelaku usaha minuman dengan memanfaatkan gelas kaca yang dapat digunakan berulang kali.

Pemerintah daerah juga tengah berupaya memfasilitasi distribusi yang lebih efisien dengan memangkas rantai pasok antara distributor dan pelaku usaha. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya tambahan sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di tengah tekanan pasar global.

Dengan situasi yang masih belum stabil, pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi sambil menunggu kebijakan strategis dari pemerintah pusat guna menormalkan kembali harga plastik di pasaran.

(Yard)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,340FansLike
27,025FollowersFollow
37,300FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER