Minggu, Agustus 31, 2025
BerandaPelayanan PublikPemkab Sidoarjo Petakan Kebutuhan Urai Kemacetan Perempatan Gedangan, Flyover atau Underpass?

Pemkab Sidoarjo Petakan Kebutuhan Urai Kemacetan Perempatan Gedangan, Flyover atau Underpass?

KOTA, SIDOARJONEWS.id — Pemkab Sidoarjo telah memetakan kebutuhan lahan untuk mengurai kemacetan di perempatan Gedangan. Ada dua opsi, bangun Flyover atau Underpass.

Setelah dilakukan kajian awal oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, diketahui lebih efisien jika dibangun Flyover dibandingkan Underpass di sana.

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan kajian tersebut tidak hanya menyangkut efisensi anggaran. Tapi juga dominasi kendaraan yang melintas di perempatan Gedangan tersebut.

“Yang melintas di sana (perempatan Gedangan) di dominasi sepeda motor, utamanya saat di pagi dan sore hari. Artinya, paling padat saat jam berangkat dan pulang kerja,” kata Dwi saat dikonfirmasi, Senin (5/2/2024).

Dwi menambahkan, lajur paling padat adalah dari utara ke selatan. DPUBMSDA Sidoarjo mencatat dalam satu jam ada sekira 3.000 kendaraan yang melintas dari utara ke selatan.

“Kalau yang dari arah barat ke timur hanya 200-san kendaraan yang lewat setiap jamnya,” ucapnya.

Survei dan pemetaan lapangan ini sangat penting sebagai gambaran sebelum diputuskan apakah bakal dibangun Flyover ataupun Underpass.

“Ternyata lebih sedikit kebutuhan lahannya kalau dibangun fly over dari pada under pass,” katanya.

Untuk kebutuhan lahan fly over dua lajur dan dua arah, kebutuhan lahan yang dibebaskan sebanyak 3810,4 meter persegi. Kemudian kalau fly over empat lajur dua arah, butuh pembebasan lahan 7044 meter persegi.

“Sementara kalau membangun under pass, butuh 12.195 meter persegi,” ungkapnya.

Dari kebutuhan lahannya, lebih memungkinkan jika dibangun flyover. Baik dua lajur atau empat lajur. “Karena pembebasan lahan itu butuh waktu dan juga butuh anggaran besar,” ujarnya.

Meskipun, untuk kebutuhan pembangunan fisiknya lebih murah under pass. Kebutuhan pembangunan fisik under pass mencapai Rp 166 miliar. Sedangkan, untuk fly over membutuhkan Rp 188 miliar.

“Walaupun lebih murah, tapi pembebasan lahannya berkali-kali lipat,” jelasnya.

Jadinya biaya keseluruhan tetap lebih mahal. Namun, terkait keputusan nantinya, pihaknya masih akan berkordinasi dengan banyak pihak. Termasuk ke pemerintah pusat. (ipung)

BERITA LAINNYA

2 KOMENTAR

  1. Tinjau ulang tuh, apa sdh benar kajian untuk flayofer krian, haruanya jalan perlintasan rel tetap dibuka. Sekarang ini timbul kemacetan baru diujung flayofernya..!!

  2. Tolong utamakan pemberian dan pelunasan uang bonus untuk pelatih & atlet Sidoarjo peraih medali di ajang PORPROV JATIM 2023 yg lalu. Sampai kapan mereka harus menunggu tanpa adanya kejelasan?? Tahun sudah berganti, tapi uang bonus yg dijanjikan tsb tidak kunjung cair (⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI

9,233FansSuka
26,623PengikutMengikuti
35,500PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA POPULER