SEDATI, SIDOARJONEWS.id – Ancaman cuaca ekstrem kembali membayangi wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan kondisi ini berpotensi terjadi hingga 20 Februari 2026, dengan risiko hujan lebat yang dapat disertai angin kencang, petir, puting beliung, bahkan hujan es.
Peringatan dini tersebut mencakup hampir seluruh kabupaten di Jawa Timur, mulai dari Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, hingga wilayah Madura seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Selain itu, sejumlah daerah perkotaan juga berpotensi terdampak, di antaranya Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur tengah berada pada periode musim hujan, bahkan beberapa daerah memasuki fase puncak. Kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem dalam waktu dekat.
“Dalam 10 hari ke depan ada potensi peningkatan cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada aktivitas masyarakat. Kami mengimbau warga agar waspada terhadap hujan lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, situasi ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Benua Asia menuju Indonesia. Ditambah dengan gangguan gelombang atmosfer dan suhu muka laut yang relatif hangat, kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi.
Taufiq menambahkan, masyarakat yang tinggal di daerah bertopografi curam perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
“Kami juga mengingatkan risiko jalan licin, pohon tumbang, serta jarak pandang yang terbatas saat hujan deras. Pantau terus informasi cuaca resmi agar bisa mengantisipasi dampaknya,” pungkasnya.
(Hnf)





