SEDATI, SIDOARJONEWS.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Timur, yang berlaku mulai 1 hingga 10 Maret 2026. Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Pacitan, Ponorogo, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya.
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh masa peralihan musim yang membuat atmosfer menjadi lebih dinamis. “Periode peralihan musim meningkatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.
Taufiq menambahkan, bahwa salah satu faktor utama cuaca ekstrem ini adalah gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.
“Fenomena ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.
Selain MJO, gelombang Low Frequency dan Rossby juga turut memengaruhi kondisi cuaca di Jawa Timur. “Kombinasi gelombang atmosfer tersebut menyebabkan kondisi atmosfer menjadi lebih labil,” tambahnya.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat,” kata Taufiq.
Masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca resmi secara berkala untuk mengantisipasi risiko.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG,” pungkas Taufiq Hermawan.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur.
(Hnf)





