Minggu, November 30, 2025
BerandaPemerintahanBupati Subandi Turun Tangan, Sidak Rumah Pompa Kedungpeluk Demi Akhiri Banjir Sidoarjo

Bupati Subandi Turun Tangan, Sidak Rumah Pompa Kedungpeluk Demi Akhiri Banjir Sidoarjo

CANDI, SIDOARJONEWS.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali mempertegas komitmennya dalam mempercepat penanganan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan klasik di sejumlah wilayah. Upaya itu tampak jelas ketika Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan rumah pompa dan bendungan di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Kamis (27/11/2025).

Sidak tersebut dilaksanakan dengan melibatkan jajaran Dinas PUBMSDA, BPBD Sidoarjo, serta unsur Forkopimka Candi. Kehadirannya di lokasi proyek bukan sekadar memastikan progres pengerjaan, melainkan juga untuk menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ingin percepatan penanganan banjir benar-benar dirasakan masyarakat, terutama pada musim hujan yang saat ini sudah mulai intens.

Proyek Strategis Pengendalian Banjir

Pembangunan rumah pompa dan bendungan di Kedungpeluk merupakan salah satu proyek strategis yang diprioritaskan Pemkab Sidoarjo karena memiliki fungsi penting dalam mengelola aliran air. Infrastruktur ini dirancang untuk mengatur volume air agar tak meluap ke daerah hilir, yakni kawasan yang selama ini kerap menjadi titik rawan banjir setiap kali musim hujan tiba.

Selain sebagai pengendali air dari wilayah sekitar Kedungpeluk, proyek ini juga berfungsi vital dalam menstabilkan aliran sungai dari kawasan hulu, terutama dari Kecamatan Tanggulangin yang setiap tahun menjadi sorotan terkait siklus banjir. Dengan adanya rumah pompa dan sistem bendungan ini, diharapkan aliran air lebih terkendali sehingga debit air tidak menumpuk di titik-titik rawan dan menyebabkan luapan.

Dalam tinjauannya, Bupati Subandi melihat langsung bagaimana struktur bendungan mulai dibangun, mulai dari fondasi hingga pengerjaan konstruksi yang kini memasuki tahapan penting. Kehadiran mesin, alat berat, serta para pekerja di lapangan memperlihatkan bahwa pembangunan terus dikebut meski kondisi cuaca tak menentu.

Bupati Tekankan Target Tidak Boleh Mundur

Di hadapan jajaran dinas, rekanan proyek, serta pekerja lapangan, Bupati Subandi menegaskan bahwa proyek ini harus selesai sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pemerintah menargetkan pembangunan rumah pompa dan bendungan dapat diselesaikan paling lambat pada 26 Desember 2025, mengingat manfaatnya yang sangat besar untuk kepentingan masyarakat.

“Saya minta seluruh pihak terkait memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu. Infrastruktur ini penting sekali untuk mengurangi dampak banjir, terutama di wilayah Tanggulangin yang selama ini terdampak signifikan,” tegas Bupati Subandi.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Sidoarjo tidak ingin pembangunan strategis mengalami keterlambatan. Terlebih, proyek ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas yang setiap musim hujan selalu dihantui ancaman banjir. Menurutnya, penyelesaian tepat waktu tidak hanya menunjukkan kinerja, tetapi juga menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dalam memberikan solusi nyata.

Selain soal ketepatan waktu, bupati juga menyoroti pentingnya kualitas pekerjaan. Ia menegaskan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan mutu. Pengerjaan tetap harus mengikuti standar teknis agar infrastruktur ini benar-benar aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Progres 49 Persen, Optimis Selesai Tepat Waktu

Riyan, pelaksana lapangan proyek, turut melaporkan kepada Bupati Subandi bahwa pembangunan rumah pompa dan bendungan di Kedungpeluk saat ini telah mencapai progres sekitar 49 persen. Menurutnya, meski sedang menghadapi musim penghujan, pihaknya memastikan pengerjaan akan terus dipercepat tanpa mengurangi kualitas konstruksi.

“Pembangunan ini sudah berjalan 49% dan akan kita kebut agar selesai pada tanggal 26 Desember 2025. Pengerjaan akan kita fokuskan pada lantai dasar bendungan sesuai dengan arahan Bupati Sidoarjo,” ujar Riyan.

Ia menjelaskan bahwa tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini merupakan salah satu bagian paling krusial dalam struktur bendungan. Lantai dasar harus dibangun dengan tingkat kepresisian tinggi karena menjadi titik tumpu utama untuk menahan tekanan air. Jika bagian ini tuntas, proses pengerjaan di tahap berikutnya dapat berlangsung lebih cepat, termasuk pemasangan pintu air dan instalasi pompa utama.

Riyan juga memastikan bahwa kebutuhan material, tenaga kerja, hingga peralatan berat sudah dipersiapkan. Bahkan sejumlah langkah antisipasi telah disusun jika kondisi cuaca semakin ekstrem. Ia menegaskan bahwa seluruh tim di lapangan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal.

Evaluasi Menyeluruh Terhadap Pembangunan Tahun 2025

Selain melakukan sidak proyek di Kedungpeluk, Bupati Subandi dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pembangunan yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Evaluasi tersebut tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga menyangkut kualitas, efektivitas, dan ketepatan waktu penyelesaian.

“Semua pembangunan akan kami evaluasi, mulai dari kualitas hingga kesesuaian target. Ini penting agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ke depan bisa lebih baik dan tepat sasaran,” ujar Subandi.

Langkah evaluasi tersebut menurutnya penting dilakukan agar anggaran yang digelontorkan pemerintah benar-benar memberi manfaat maksimal. Ia tidak ingin ada proyek yang terbengkalai, molor, atau mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. Dengan evaluasi rutin ini, Pemkab bisa memperbaiki strategi pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.

Komitmen Pemerintah: Penanganan Banjir Harus Nyata dan Berkelanjutan

Banjir menjadi salah satu isu besar di Sidoarjo, terutama di kawasan Tanggulangin, Candi, Porong, dan beberapa titik lain yang secara topografi berada di wilayah rendah. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan banjir tidak boleh bersifat reaktif atau hanya ditangani ketika bencana terjadi. Harus ada langkah preventif dan pembangunan berkelanjutan agar masyarakat tidak terus menjadi korban.

Sidak ini, menurut Bupati Subandi, adalah bagian dari upaya membentuk sistem pengendalian banjir yang lebih kuat. Ia menuturkan bahwa Pemkab tengah mengembangkan pola penanganan banjir jangka panjang yang mencakup pembangunan rumah pompa, normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga penguatan tanggul di sejumlah titik kritis.

“Banjir tidak boleh dibiarkan menjadi masalah rutin setiap tahun. Kita harus bekerja dengan sistematis, memperkuat infrastruktur, dan memastikan semua program berjalan nyata,” jelas Subandi.

Harapan Masyarakat: Infrastruktur Ini Jadi Penyelamat Saat Musim Hujan

Keberadaan rumah pompa dan bendungan di Kedungpeluk disambut baik oleh masyarakat setempat. Selama ini warga Candi dan Tanggulangin kerap waswas setiap kali mendung menggelayut. Banjir yang datang tidak hanya merendam rumah, tetapi juga memutus akses jalan, mengganggu kegiatan masyarakat, hingga membuat perekonomian lokal tersendat.

Warga berharap pembangunan ini benar-benar membawa perubahan besar. Mereka menginginkan agar rumah pompa dapat berfungsi maksimal dan mencegah banjir yang biasanya datang tiba-tiba.

(Yard)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI

9,207FansSuka
26,962PengikutMengikuti
36,400PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA POPULER