KOTA, SIDOARJONEWS.id – Dalam laporan kinerja enam bulanan, Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo melaporkan berhasil menangani sekitar 125 kasus kebakaran dengan enam unit pos pemadam yang tersebar di berbagai kecamatan.
Berdasarkan pada data yang dihimpun Pemadam Kebakaran BPBD Sidoarjo, kebakaran lahan menjadi insiden terbanyak yang berhasil diatasi oleh Pemadam Kebakaran Sidoarjo.
“Untuk angkanya paling tinggi kebakaran lahan dengan 56 kejadian, diikuti oleh kebakaran rumah 30 titik, tempat usaha 18 titik, kawasan industri 16 titik, kendaraan bermotor 3 titik, dan perkantoran 2 titik,” papar Kabid Damkar BPBD Sidoarjo, Muhammad Qodari, Selasa, (23/7/2024)

Qodari juga menyebutkan, bahwa penyebab kebakaran yang paling dominan adalah korsleting listrik, terutama di kawasan industri. Selain itu, kebocoran tabung gas sering menjadi penyebab kebakaran di tempat usaha dan rumah.
Selain itu, musim kemarau yang dimulai sejak akhir bulan April hingga bulan Juni turut meningkatkan angka kebakaran lahan. Faktor manusia, seperti pembakaran sampah dan pembuangan puntung rokok sembarangan, menjadi penyebab utama.
Menjelang puncak musim kemarau pada bulan Agustus, anggota damkar harus bekerja ekstra mengingat seringnya kebakaran lahan selama musim kemarau tahun lalu. Semua peralatan dan kondisi mobil pemadam diperiksa secara rutin untuk memastikan kesiapan.
Damkar BPBD Sidoarjo bersama OPD terkait akan mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di lahan kosong sembarangan dan akan melakukan sosialisasi ke desa-desa atau kecamatan yang memiliki banyak lahan kosong.
“Ini kita juga akan sosialisasi terkait hal tersebut mungkin ke tiap-tiap desa atau kecamatan yang memang banyak lahan kosong,” tutupnya. (hnf)
Data : Damkar BPBD Sidoarjo for Sidoarjonews.id