KOTA, SIDOARJONEWS.id — Sidoarjo Social Media Meetup 2026 membawa cara berbeda dalam mempertemukan komunitas digital di Sidoarjo Raya. Sebanyak 100 social media enthusiast, content creator, media, dan komunitas digital tidak hanya bertemu dan berbincang, tetapi langsung diajak mencari cerita di lapangan, Minggu (13/9/2026).
Agenda yang diinisiasi RSI Siti Hajar Sidoarjo bersama Taman Safari Indonesia Prigen tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap International Animal Photo Video Competition (IAPVC) Roadshow Prigen 2026.
Rangkaian kegiatan dimulai dari RSI Siti Hajar Sidoarjo. Peserta kemudian berangkat bersama menuju Taman Safari Prigen untuk mengeksplorasi berbagai area dan aktivitas.
Kamera dan smartphone pun menjadi alat utama. Satwa, suasana, fasilitas, hingga momen sederhana selama perjalanan menjadi bahan untuk membuat foto dan video.Di sinilah pengalaman tiap peserta menjadi berbeda. Satu tempat bisa melahirkan banyak cerita, tergantung bagaimana setiap kreator melihat dan mengemasnya.
Koordinator kegiatan, Fahmi Adimara, mengatakan meetup tersebut memang dirancang agar tidak berhenti pada networking.
“Kami ingin meetup ini tidak berhenti pada networking. Teman-teman datang, melihat langsung, mengalami sendiri, kemudian punya cerita yang bisa mereka bagikan melalui konten. Jadi ada pengalaman yang didapat dan ada karya yang dihasilkan.”
Fahmi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kami mempertemukan komunitas kreator dengan institusi kesehatan dan destinasi wisata. Masing-masing punya kekuatan yang berbeda. Kalau digabungkan, kita bisa menciptakan kegiatan yang manfaatnya dirasakan bersama,” tambahnya.
Dari Networking Menjadi Cerita
Bagi peserta, bertemu langsung dengan komunitas lain membuka peluang yang berbeda. Amar Khaqqi, Content Creator Surabaya Guides, mengapresiasi konsep tersebut karena peserta bisa mendapatkan pengalaman sekaligus bahan konten.
“Menarik karena kita tidak hanya datang untuk networking. Ada pengalaman langsung yang bisa dieksplorasi dan kemudian dibuat menjadi konten. Bertemu dengan teman-teman dari berbagai komunitas juga membuka kemungkinan kolaborasi baru,” ujarnya.
Sementara itu, Arindi, Content Creator Sidoarjo, melihat peran kreator semakin penting dalam memperkenalkan potensi daerah.
“Sekarang promosi tidak hanya datang dari media konvensional. Creator punya kemampuan untuk membawa pengalaman pribadi kepada audiens. Ketika kita datang langsung, melihat dan merasakan sendiri, cerita yang dibuat biasanya lebih natural,” jelasnya.
Salah satu panitia Roadshow IAPVC 2026, Abid, mengungkapkan, keterlibatan kreator juga menjadi bagian penting dalam memperluas cerita IAPVC Roadshow Prigen 2026.
“IAPVC membutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk komunitas kreator. Mereka dapat menceritakan sebuah kegiatan dengan perspektif yang lebih personal dan dekat dengan audiens,” katanya.
Sementara itu, RSI Siti Hajar Sidoarjo melihat kegiatan tersebut sebagai pintu untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
dr. Silvy, selaku Kepala Unit Pemasaran RSI Siti Hajar, berharap kolaborasi semacam itu dapat terus berkembang.
“Kami berharap ini menjadi awal dari berbagai program positif lainnya. Rumah sakit bisa berkolaborasi dengan banyak komunitas, tidak hanya dalam konteks kesehatan, tetapi juga edukasi, kreativitas, lingkungan, maupun kegiatan sosial,” jelas dr. Silvy.
Pada akhirnya, Sidoarjo Social Media Meetup 2026 bukan hanya tentang berkumpul. Ada pengalaman yang dibawa pulang, ada konten yang dihasilkan, dan ada jaringan baru yang terbentuk.
Satu kegiatan di Taman Safari Prigen pun bisa menjadi banyak cerita. Sebab bagi para kreator, ketika acara selesai dan mereka meninggalkan lokasi, cerita justru mulai berjalan melalui layar media sosial.
(Yard)





