Friday, March 6, 2026
HomePeristiwaKronologi Balita 3,5 Tahun Tewas di Sidoarjo, Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Kronologi Balita 3,5 Tahun Tewas di Sidoarjo, Diduga Dianiaya Ayah Kandung

BALONGBENDO, SIDOARJONEWS.id – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali menggemparkan warga Kabupaten Sidoarjo. Seorang balita perempuan berinisial R, berusia 3,5 tahun, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (6/3/2026) pagi.

Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Sulistiyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihak kepolisian telah mengamankan ayah korban untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait seorang anak yang meninggal dunia dan diduga menjadi korban kekerasan. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan dan masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi, Jum’at, (06/03/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, kejadian bermula sekitar pukul 06.00 WIB ketika ayah korban meminta bantuan Kepala Dusun setempat untuk mengantarkan anaknya ke bidan desa. Saat itu korban disebut mengalami kejang-kejang.

Sesampainya di tempat bidan, tenaga kesehatan menyarankan agar anak tersebut segera dibawa ke RSUD Sidoarjo Barat karena kondisinya dinilai sudah cukup parah dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh tenaga medis.

“Korban sempat dibawa ke bidan desa kemudian dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya sudah cukup parah. Saat sampai di rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” jelas Kompol Sugeng.

Jenazah korban kemudian dibawa pulang oleh keluarga sekitar pukul 08.00 WIB ke rumah kerabat di wilayah Kecamatan Balongbendo.

Namun, situasi tersebut memunculkan kecurigaan warga sekitar. Terduga pelaku disebut sempat melarang warga yang ingin melihat kondisi jenazah korban.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Sekitar pukul 10.00 WIB, anggota Polsek Balongbendo mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi korban.

Saat dilakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah, petugas menemukan sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh korban.

“Dari pemeriksaan awal, anggota menemukan adanya beberapa luka memar di bagian tubuh korban, seperti di dahi, bibir, dada, perut, dan paha,” ungkap Sugeng.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap ayah korban. Dalam proses interogasi awal, yang bersangkutan mengakui telah melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman terkait motif serta rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian secara medis.

“Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan,” kata Sugeng.

Dugaan Kekerasan Terjadi Sehari Sebelumnya

Dari informasi sementara yang dihimpun kepolisian, korban diduga telah mengalami kekerasan sejak sehari sebelum kejadian.

Setelah itu korban disebut sempat ditinggalkan sendirian di dalam rumah oleh terduga pelaku. Pada pagi harinya, korban mengalami kejang-kejang hingga akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan.

Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara lengkap penyebab kematian korban serta kemungkinan adanya unsur kekerasan dalam rumah tangga.

Kasus tersebut kini ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Balongbendo bersama Unit PPA Polresta Sidoarjo

(Ard)

 

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,203FansLike
27,141FollowersFollow
37,400FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER