KOTA, SIDOARJONEWS.id – Dugaan keracunan santri di Sidoarjo mendapat perhatian langsung Bupati Sidoarjo, Subandi. Setelah mengecek kondisi pasien di sejumlah rumah sakit, Subandi memastikan para santri yang menjalani perawatan telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.
Subandi juga membantah informasi yang menyebut adanya pasien meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya melakukan pengecekan langsung ke RSUD Notopuro Sidoarjo bersama Kapolresta Sidoarjo dan Dandim 0816/Sidoarjo, Selasa (1/9/2026).
“Semua pasien tertangani dengan baik. Jadi kalau ada berita yang meninggal itu, enggak benar,” tegas Subandi.
Menurut Subandi, pemerintah daerah terus memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Ia bahkan mengaku telah melakukan pengecekan langsung hingga dua kali untuk memastikan kondisi pasien sekaligus pelayanan medis yang diberikan.
“Kita sudah pastikan ada di tiga rumah sakit. Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini. Kita kontrol semuanya sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.
Salah satu lokasi perawatan berada di RS Siti Hajar. Di rumah sakit tersebut, sekitar 58 santri disebut menjalani perawatan. Subandi mengatakan kondisi para pasien secara umum telah menunjukkan perkembangan positif karena penanganan dilakukan dengan cepat.
“Di RS Siti Hajar kurang lebih ada sekitar 58. Juga tertangani dengan baik. Karena prosesnya tadi cepat,” jelasnya.
Sementara di rumah sakit tempat Subandi melakukan pengecekan, jumlah santri yang menjalani perawatan disebut hampir mencapai 200 orang. Meski jumlahnya cukup banyak, Subandi memastikan kondisi para pasien terus membaik.
“Kalau yang di rumah sakit ini kurang lebih hampir 200-an. Cuma sudah membaik semua,” katanya.
Subandi mengatakan pasien yang kondisinya sudah cukup pulih dapat diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan layak oleh tim medis. Pemkab Sidoarjo tidak ingin mengambil risiko dengan memulangkan pasien sebelum kondisi mereka benar-benar dinilai aman.
Untuk santri yang dirawat di RS Delta Surya, jumlahnya disebut lebih sedikit, yakni sekitar 15 orang. Kondisi pasien di rumah sakit tersebut juga dilaporkan mengalami gejala ringan.
“Kalau RS Delta Surya enggak banyak, sekitar kurang lebih 15-an. Cuma sana hanya ringan saja,” ungkapnya.
Di tengah penanganan para pasien, Pemkab Sidoarjo meminta proses perawatan tetap dilakukan sampai santri benar-benar dinyatakan sehat. Instruksi tersebut telah disampaikan kepada jajaran rumah sakit yang menangani para pasien.
“Sudah kita instruksikan direktur rumah sakit, sampai anak ini selesai semuanya baru kita bolehkan pulang,” tegas Subandi.
Subandi juga meminta wali santri tidak panik menyikapi kabar yang beredar. Pemerintah daerah, kata dia, telah mengerahkan jajaran terkait untuk memastikan seluruh proses pelayanan dan penanganan berjalan maksimal.
“Saya menghimbau dari Bapak wali santri semuanya enggak usah ada kekhawatiran. Kita, pimpinan daerah, sudah memaksimalkan dalam pelayanan. Enggak usah ada kekhawatiran. Sampai anak panjenengan semua sembuh,” tandasnya.
Di sisi lain, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri belum disampaikan dalam pernyataan tersebut. Sebelumnya, makanan yang dikonsumsi para santri diketahui berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilayani SPPG Kalitengah, Tanggulangin.
Karena itu, dugaan keracunan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Informasi mengenai keterkaitan makanan dengan gangguan kesehatan para santri belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktu kejadian dan informasi yang dihimpun di lapangan.
Pemkab Sidoarjo berencana melakukan pengecekan langsung ke SPPG Kalitengah Tanggulangin. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengetahui persoalan yang terjadi.
“Besok insyaallah akan kita cek ke sana. Kita akan cek persoalannya apa di sana,” pungkasnya.
Hingga pemeriksaan dilakukan dan keterangan resmi mengenai penyebab kejadian disampaikan, pemerintah masih berfokus pada penanganan para santri yang menjalani perawatan. Sementara itu, Subandi memastikan tidak ada pasien yang meninggal dunia berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukannya di rumah sakit.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan keracunan terjadi di lingkungan MA dan MTs Mamba’ul Hikam, Dusun Putat Utara, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, setelah siswa dan santri menyantap makan siang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan tersebut diketahui dikirim dari SPPG Kalitengah sekitar pukul 12.30 WIB dan disantap sekitar pukul 13.00 WIB.
Beberapa jam kemudian, sejumlah santri mulai mengalami keluhan kesehatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, keluhan berupa pusing, mual, muntah, diare hingga sesak napas mulai muncul sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum para santri dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
(Yard)





