KOTA, SIDOARJONEWS.id – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa atau Musorkablub KONI Sidoarjo segera memasuki babak penting. Forum tersebut akan menentukan Ketua Umum definitif setelah posisi pimpinan organisasi olahraga itu kosong menyusul pengunduran diri Imam Mukri Afandi pada April 2026 lalu.
Untuk sementara, kendali organisasi dijalankan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Sidoarjo, Imam Purwanto. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua I KONI Sidoarjo dan ditunjuk menjalankan tugas kepemimpinan setelah Imam Mukri Afandi meninggalkan jabatannya.
Menjelang agenda tersebut, sejumlah nama Calon Ketua Umum atau Caketum mulai mengerucut. Bersamaan dengan itu, dinamika di internal KONI Sidoarjo turut menghangat dan mendapat perhatian Pemuda Pancasila Sidoarjo.
Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo, Andry Harmoko, menyatakan pihaknya siap mengawal jalannya Musorkablub. Perhatian utama diarahkan pada proses penjaringan hingga penetapan Caketum yang dinilai perlu dilakukan secara terbuka.
Andry menilai terdapat dugaan kurangnya keterbukaan dalam tahapan tersebut. Menurutnya, kondisi itu berpotensi bertentangan dengan AD/ART KONI serta peraturan organisasi yang berlaku.
“Kami dari Pemuda Pancasila Sidoarjo siap mengawal Musorkablub ini. Kami tidak ingin ada proses yang tertutup dan tidak transparan. Sampai saat ini kami menilai ada sinyal-sinyal kurangnya keterbukaan dan ini jelas melanggar aturan yang berlaku,” ujar Andry Harmoko, Jumat, (21/08/2026).
Ia menegaskan, pengawalan tersebut tidak berkaitan dengan dukungan terhadap kandidat tertentu. Pemuda Pancasila, kata Andry, ingin memastikan mekanisme pemilihan berjalan sesuai ketentuan sehingga hasilnya dapat diterima seluruh cabang olahraga.
“Kami tidak berpihak ke salah satu calon. Yang kami kawal adalah prosesnya. Kalau prosesnya benar, siapapun yang terpilih kami dukung. Tapi kalau ada kecurangan atau pelanggaran aturan, kami tidak akan diam,” tegas pria yang gemar running enthusiast tersebut.
Andry meminta panitia serta seluruh stakeholder olahraga Sidoarjo menjaga proses Musorkablub tetap jujur, adil, dan akuntabel. Ia juga mengingatkan agar perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu kondusivitas organisasi.
Menurutnya, kepemimpinan baru KONI Sidoarjo harus tetap berorientasi pada kepentingan olahraga, khususnya keberlanjutan pembinaan atlet. Karena itu, seluruh pihak diminta menjunjung sportivitas dalam menjalankan proses organisasi.
“Marwah olahraga Sidoarjo harus dijaga. Jangan sampai kepentingan pribadi atau kelompok mengorbankan pembinaan atlet dan masa depan olahraga kita,” pungkasnya.
Musorkablub nantinya menjadi forum untuk menetapkan Ketua Umum KONI Sidoarjo secara definitif. Dengan latar belakang kekosongan kepemimpinan sejak April 2026, sehingga Musorkablub ini akan melanjutkan tongkat kepemimpinan KONI Sidoarjo periode 2026-2029. Artinya, proses tersebut menjadi perhatian karena akan menentukan arah organisasi selanjutnya.
(Yard)





