KOTA, SIDOARJONEWS.id — Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Selend Sabrina Robin telah membuktikan. Selend lolos diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Selend Sabrina Robin bukan hanya sekadar lolos, Lulusan SMAN 1 Sidoarjo itu, meraih nilai tertinggi dalam Ujian Tes Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2024. Angkanya 834,71.
Pada Kamis, 14 Juni lalu, Selend panggilan karibnya, mendapat telepon dari seseorang yang belum dia kenal, tiba-tiba ia mengabarkan berita bahagia. Dia dinyatakan sebagai calon mahasiswa peraih nilai tertinggi.
’’Saya diundang ke kampus Unair. Katanya nilai UTBK saya paling tinggi,’’ kata Selend yang didampingi kepala SMAN 1 Sidoarjo pada beberapa waktu lalu.
Namun, gadis kelahiran 17 September 2005 itu, tidak menanggapi. Dikira bukan dari pihak Unair. Takut hanya modus penipuan online. Karena Selend memang belum menerima pemberitahuan secara resmi. Semacam surat hasil tes. Akhirnya memutuskan tidak datang.
Kemudian dia mendapat surat resmi dari Unair Surabaya. Fakultas Kedokteran Unair berencana mengadakan jumpa pers dengan menghadirkan Selend sebagai calon mahasiswa peraih nilai tertinggi UTBK 2024. Namun dia berhalangan hadir. Sedang berada di luar kota.
“Yang pertama karena takut hoaks penipuan. Tapi, pas dapat surat itu saya memang berhalangan datang,’’ jelas putri anggota Polda Jatim bernama Robin ini.
Hasil manis yang ditorehkan Selend ini buah dari perjuangan dirinya selama menempuh sekolah di SMAN 1 Sidoarjo. Sejak kecil dia bermimpi ingin jadi dokter.
“Sejak kecil ingin jadi dokter, tidak punya cita-cita lain,” ucap Selend.
Kenapa ingin jadi dokter? Selend ingin menjadi dokter pertama di keluarga besar Ayah dan Ibunya. Tekad itu yang membawa dirinya berjuang keras. Juga aktif di berbagai organisasi.
Putri sulung dari tiga bersaudara itu aktif di Paskibra. Ikut pemilihan Duta Genre Kabupaten Sidoarjo. Menjadi pengurus OSIS di SMAN 1 pun dijalani dengan penuh semangat.
“Di keluarga Ayah dan Ibu belum ada dokter. Saya bertekad jadi dokter yang pertama di keluarga,” ujarnya.
Semangat belajar dan berorganisasi pun diakui Kepala SMAN 1 Sidoarjo, Dr. Eko Redjo Sunariyanto. “Selend ini, kata guru-guru, siswa yang paling betah di sekolah,’’ katanya.
Sebagai kepala sekolah, Eko Redjo dan tim guru tidak ingin murid-murid SMAN 1 menghadapi SNBT dengan persiapan kurang. Sekolah pun mengundang wali murid siswa kelas XII. Guru-guru, komite sekolah, dan orang tua berembuk.
Mereka sepakat untuk bekerja sama menyukseskan anak-anak kelas XII agar bisa masuk ke perguruan tinggi impian masing-masing. Salah satunya, Selend ini.
Selend juga mengikuti bimbingan belajar dan les privat. Dia tekun terus berlatih soal-soal UTBK selama hampir 1 tahun terakhir. Seminggu full. Sampai malam. Hari minggu atau libur tanggal merah pun tetap belajar.
’’Setiap hari targetnya latihan minimal 15 soal,’’ katanya.
Jadi, ketika sedang berada di sekolah atau di mana pun, Selend selalu menyempatkan diri belajar. Latihan soal. Belajar ala Gen Z, salah satunya, ya pakai smart phone.
Sebagai Kepala SMAN 1 Sidoarjo, Eko Redjo juga turun langsung memberikan bimbingan kepada murid-muridnya. Salah satunya, materi tentang analisis wacana (discourse analysis).
Intinya materi ini mengajarkan teknik membaca, memahami, menganalisis, lalu menjawab soal. Materi itulah yang ternyata sangat membantu menaklukkan soal-soal UTBK.
’’Soal-soal yang seperti itu akhirnya bisa dijawab oleh siswa,’’ tambah Eko Redjo yang mantan kepala SMAN 1 Waru tersebut.
Dia bersyukur banyak lulusan SMAN 1 Sidoarjo sukses masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan. Untuk data sementara tahun ini, SMAN 1 berhasil meloloskan 130 siswanya masuk ke berbagai PTN lewat jalur UTBK.
UGM, ITB, ITS, Unair, UB, dan PTN-PTN lain di seluruh Indonesia. Program studinya pun beragam. Sesuai pilihan siswa. Khusus jalur prestasi, 48 siswa SMAN 1 Sidoarjo berhasil. Data lengkapnya masih disusun.
”Kami sangat berterima kasih kepada Komite Sekolah, wali siswa, dan para guru di sekolah. Ini semua berkat kerja sama dan kolaborasi yang sangat baik,” ungkap alumnus IKIP Negeri Surabaya (sekarang Unesa) itu. (Ipung)