KOTA, SIDOARJONEWS.id — Di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Sidoarjo sudah mulai turun hujan.
Dalam beberapa bulan ke depan, curah hujan di Kabupaten Sidoarjo diperkirakan akan semakin meningkat. Biasanya mudah terjadi banjir atau genangan.
Banjir atau genangan kerap terjadi di daerah yang padat penduduk ataupun daerah kawasan industri.
Untuk meminimalisasi terjadinya banjir, warga Sidoarjo bisa membuat biopori sebagai lubang serapan air. Sehingga, ketika hujan turun, airnya bisa langsung diserap. Tidak sampai terjadi genangan.
Cara membuat Biopori dari Pipa
Bagi anda yang ingin membuat biopori sebagai resapan air tidak perlu risau dan bingung. Caranya cukup gampang kok.
Pertama siapkan pipa air. Ukurannya bebas, Tapi disarankan gunakan pipa ukuran 4 dim biar lebih mudah.
Pipa tersebut kemudian di potong-potong. Panjangnya sekitar 800-100 centimeter.
Setelah pipa-pipa tersebut selesai dipotong. Kemudian di bagian pipa dilubangi kecil-kecil. Lubang tersebut berfungsi untuk menyerap air.
Kemudian buat lubang di tanah yang kerap terjadi genangan. Ukurannya sama dengan panjang pipa tersebut.
Dan masukan pipanya pada lubang yang telah disiapkan. Di bagian atas pipa dikasih penutup. Agar tidak mudah tertutup sampah.
Biopori Bisa Olah Sampah Organik Jadi Kompos
Selain berfungsi sebagai resapan air, biopori yang terbuat dari pipa tersebut juga bisa mengolah sampah organik jadi kompos.
Caranya adalah, masukan sampah organik, seperti dedaunan, sisa makanan dan lainnya masukan ke dalam pipa biopori.
Ketika sampah tersebut dimasukan dalam pipa harus diaduk, minimal satu minggu sekali. Tujuannya agar sampah bisa terurai dengan baik dan tidak menjadi sarang nyamuk.
Setelah rutin diaduk, sampah tersebut bisa berubah jadi kompos dalam waktu satu hingga tiga bulan.
Demikian cara membuat biopori sebagai resapan air dan juga tempat olah sampah organik jadi kompos (ipung).