KOTA, SIDOARJONEWS.id — Rasa sabar Dinas Perhubungan (Dishub) menghadapi PT Indonesia Sarana Service (ISS) sebagai pengelola parkir di Sidoarjo nampaknya sudah habis.
Dinas Perhubungan Sidoarjo menuding PT Indonesia Sarana Service belum membayar pendapatan parkir sejak bulan Januari sampai sekarang.
Sesuai dengan addendum perjanjian kerjasama kedua belah pihak pada Desember 2023 lalu, seharusnya ISS menyetorkan pendapatan parkir Rp 550 juta setiap bulan. Jika ditotal selama 12 bulan, sekira Rp 6.600.000.000.
Berbagai upaya penagihan terus dilakukan, hasilnya nihil. Sehingga, pada beberapa waktu lalu, Dishub Sidoarjo berupaya mengambil alih pengelolaan parkir dari PT ISS.
“Sebenarnya kami mau ngambil alih pengelolaan parkir dari ISS, karena sejak Januari sampai sekarang, belum menyetor pendapatan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Benny Airlangga, Selasa (10/12/2024).
Upaya untuk mengambil alih pengelolaan parkir tersebut ternyata mendapat perlawanan dari ISS dengan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo.
Menurut Benny, pihaknya mau mengambil alih pengelolaan parkir itu karena ingin ada pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.
“Hari ini sebenarnya kami ada agenda sidang mediasi. Namun, ada salah satu pihak yang tidak hadir maka sidangnya ditunda di minggu depan,” ujar Benny.
Dia mengakui, bahwa kontrak perjanjian kerjasama antara Dinas Perhubungan dengan ISS itu sampai Desember 2025. Namun, dalam perjanjian itu, ada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi. Salah satunya, membayar pendapatan parkir di Rp 550 juta setiap bulan.
“Kami merasa dirugikan. Karena pihak ketiga tidak melaksanakan sesuai dengan PKS (Perjanjian Kerjasama),” ungkapnya.
Kepala Dishub Sidoarjo, Benny Airlangga berharap, permasalahan pengelolaan parkir yang tidak kunjung selesai ini dapat diatasi dengan cepat. Karena dari awal ISS tidak bisa mengelola secara optimal.
“Kami ingin parkir ini bisa dikelola dengan baik sehingga potensi pendapatan tidak bocor kemana-mana,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Indonesia Sarana Service (ISS), Dian Sutjipto, belum mau berkomentar terkait dengan permasalahan parkir yang kembali masuk di meja hijau.
“Nanti saya update lebih lanjut, ketika sudah waktunya,” pintanya. (ipung)