HomePeristiwa35 Korban Baru Dievakuasi, Dugaan Keracunan di Sidoarjo Capai 566 Orang

35 Korban Baru Dievakuasi, Dugaan Keracunan di Sidoarjo Capai 566 Orang

KOTA, SIDOARJONEWS.id– Jumlah korban santri keracunan di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, bertambah menjadi 566 orang. Dari jumlah tersebut, 88 korban masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 531 korban yang sebelumnya telah tercatat. Sebanyak 35 korban baru dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu (2/9/2026) siang.

“Kurang lebih ada 35 (evakuasi hari ini). Di RSUD kemungkinan di RS Delta Surya juga ada,” kata Lakhsmie kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Dengan total 566 korban dan 88 orang yang masih menjalani rawat inap, sebanyak 478 korban lainnya sudah tidak menjalani perawatan inap. Tambahan 35 korban tersebut sebelumnya masih mendapatkan penanganan di area masjid Pondok Pesantren Manba’ul Hikam.

Area masjid sebelumnya digunakan sebagai lokasi penanganan sementara atau semacam rumah sakit lapangan bagi korban yang mengalami gejala. Setelah dilakukan evaluasi, tim medis memutuskan para korban perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

“Yang kemarin kami pertahankan untuk di masjid sebagai (rumah sakit) lapangan itu ternyata memang harus kami evakuasi ke rumah sakit. Kurang lebih ada 35. Semuanya sekarang di rumah sakit,” beber Lakhsmie.

Lakhsmie memastikan kondisi korban yang masih menjalani perawatan relatif stabil. Hingga saat ini, tidak ada pasien yang membutuhkan perawatan khusus.

“Secara umum yang opname stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sampai ke perawatan khusus enggak ada. Saat ini yang diopname 88 (orang),” ujarnya.

Keluhan yang paling banyak dialami korban meliputi pusing, mual, muntah hingga diare. Penanganan medis diberikan sesuai kondisi masing-masing pasien, salah satunya melalui rehidrasi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

“Kalau bagus saja rehidrasi saja cukup ya cepat. Dalam waktu 4-5 jam sudah selesai,” jelasnya.

Kasus ini bermula setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami gejala keracunan setelah diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi setelah para santri melaksanakan salat zuhur. Memasuki waktu asar, sejumlah santri mulai mengalami keluhan kesehatan dan jumlah korban kemudian bertambah hingga sekitar waktu magrib.

Para santri yang mengalami gejala kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Penanganan sementara juga dilakukan di area masjid pesantren sebelum 35 korban akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya, RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo mencatat 344 pasien masuk, 339 pasien keluar, dan lima pasien masih dirawat hingga Rabu (2/9/2026) pukul 08.25.

Sementara berdasarkan data terbaru Dinkes Sidoarjo, total korban yang mengalami gejala mencapai 566 orang dengan 88 orang masih menjalani rawat inap. Perkembangan kondisi para korban masih dipantau oleh tim medis dan Dinkes Sidoarjo.

(Yard)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI

9,257FansLike
26,735FollowersFollow
37,200FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

BERITA POPULER