PORONG, SIDOARJONEWS.id — Puluhan petani padi di Desa Kedungboto, Kecamatan Porong, Sidoarjo kerap diganggu hama tikus. Populasi tikus di area persawahan tersebut cukup banyak. Jika dibiarkan dapat mengganggu hasil panen.
Salah satu petani Desa Kedungboto, Najib, mengatakan ada belasan hektar sawah padi yang siap panen. Namun, tanaman padinya kerap diserang hama tikus maupun burung. Kondisi ini sudah dialami petani dalam dua tahun terakhir.
“Hama tikus ini banyak yang merusak padi petani. Akibatnya petani sampai merugi ratusan ton padi yang sudah siap panen,” ucap Najib di Kedungboto, Jumat (27/9/2024).
Kondisi sekarang perlahan sudah membaik, populasi hama tikus tidak lagi sebanyak seperti sebelumnya. Hal ini berkat bantuan rumah burung hantu (Rubuha) dari Pemkab Sidoarjo. Rubuha tersebut didirikan ditengah sawah petani.
Bantuan rumah burung hantu ini merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus. Bantuan tersebut dibagikan pada (24/9) lalu.
Kegiatan ini digagas Dinas Pangan dan Pertanian Pemkab Sidoarjo bekerja sama Kodim 0816 Sidoarjo untuk menekan populasi tikus yang marak di wilayah itu. Program ini, sekaligus melindungi hasil panen para petani.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengajak para petani bersama-sama menjaga kualitas ketahanan pangan yang ada di Sidoarjo.
Fenny juga mengucapkan berterima kasih atas bantuan peran Kodim 0816 Sidoarjo untuk mendukung program itu dengan menerjunkan pasukannya untuk ikut andil dalam gerakan pengendalian hama tikus.
“Mari kita bersama-sama dan saling menjaga kualitas padi kita untuk menjamin kualitas ketahanan pangan Sidoarjo,” ujarnya.
Bantuan tersebut merupakan salah satu bukti, bahwa Pemkab Sidoarjo hadir mendukung para petani dalam merawat hasil padi. Baik buruknya hasil padi itu, bergantung dari kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami hadir saat ini menjadi bentuk Pemkab Sidoarjo mendukung peran petani dalam merawat padi. Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga lingkungan,” ucap Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu.
“Banyak sampah rumah tangga yang berada di sungai yang mengairi sawah. Masalah ini akan berpengaruh pada hasil panen padi,” tambah Fenny Apridawati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Pemkab Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, mengatakan telah memberikan bantuan benih padi hingga mesin pemotong rumput terhadap 4 gapoktan Sari Tani yang berada di wilayah Desa Kedungboto, Kecamatan Porong.
Bantuan kepada 4 Gapoktan Sari Tani ini berupa benih padi Impari 32 sebanyak 1.250 kilogram, Rodentisida 200 kilogram, herbisida 200 liter, pupuk organik cair 185 liter dan 4 mesin pemotong rumput setiap Gapoktan.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para petani,” tutupnya. (ipung)