Sabtu, Agustus 30, 2025
BerandaPemerintahanBeton Jalan Porong Krembung Retak-retak, Dinas PUBMSDA Sidoarjo Bakal Turunkan Tim Ahli

Beton Jalan Porong Krembung Retak-retak, Dinas PUBMSDA Sidoarjo Bakal Turunkan Tim Ahli

KOTA, SIDOARJONEWS.id — Keretakan jalan beton di ruas Jalan Raya Porong-Krembung mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo.

Jalan betonisasi sepanjang 5,6 kilometer itu memang ditemukan banyak retakan bahkan ada yang sampai patah. Jumlahnya lebih dari 50 titik retakan.

Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, mengakui jalan beton Porong-Krembung tersebut memang terjadi retakan. Retakan tersebut akan ditinjau tim ahli.

“Nanti akan dilihat sama tim ahli ke sana,” ucap Dwi Eko Saptono usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Sidoarjo, Kamis (26/10/2023).

Dwi Eko menambahkan, untuk sementara, kondisi retakan di jalan yang dibangun dengan anggaran APBN itu tidak separah yang terjadi di ruas jalan Krembung-Mojoruntut.

Adanya retak-retak itu dimungkinkan terjadi kurang curing saat pemasangan olahan beton. “Nanti akan kami perbaiki,” ucapnya.

Sementara, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyatakan betonisasi di ruas jalan Porong Krembung merupakan program pemerintah pusat.

Jalan tersebut dibangun atas dasar instruksi presiden (inpres). Lelang proyek tersebut juga dilakukan oleh pemerintah pusat.

”Tanyakan pada yang melelang. Itu jalan inpres,” ucapnya singkat.

Seperti yang diketahui, Java Corruption Watch (JCW) menemukan berbagai keanehan dalam dalam pelaksanaan proyek bernilai sekitar Rp 100 miliar tersebut.

Ketua JCW, Sigit Imam Basuki, mengaku terus mengamati pengerjaan jalan beton itu. Dari lantai kerja, pembetonan, pengeringan, dan seterusnya.

Dia mencontohkan penancapan besi di tengah antara dua sisi beton. Besi itu seharusnya ditancapkan saat beton masih basah. Dengan begitu, ada ikatan dengan beton.

Yang terjadi, tambah dia, sebagian besi baru ditancapkan saat hamparan beton sudah kering.

”Beton kering dilubangi, kemudian baru ditancapi besi. Akibatnya, besi tidak mengikat dengan beton,” tambah Sigit yang juga seorang sarjana teknik sipil ini.

Selain itu, ada indikasi beton tersebut dibangun tanpa pemasangan besi warmes. Fungsi warmes, antara lain, menjaga kelenturan beton dan menahan beban.

Karena itu, rawan terjadi beton patah pas lubang bekas gerinda. Kalau sudah dilewati kendaraan berat, bisa saja, malah terjadi patahan yang lebih luas. ”Bisa terjadi amblas kalau tidak ada pembesiannya,” pungkasnya. (ipung).

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI

9,232FansSuka
26,624PengikutMengikuti
35,500PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA POPULER