KOTA, SIDOARJONEWS.id — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan dan resmi mengeluarkan surat edaran terkait keamanan dan keselamatan kegiatan pembelajaran. Edaran bernomor 400.3/3497/438.5.1/2025 itu ditandatangani Kepala Disdikbud Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd., pada Minggu (31/8/2025).
Dalam edaran tersebut ditegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP hingga PKBM, wajib melaksanakan pembelajaran secara daring mulai 1 sampai 4 September 2025 serta pada 6 September 2025. Sementara pada 5 September bertepatan dengan hari libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, seluruh sekolah diliburkan.
Kepala Disdikbud Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd., menegaskan kebijakan ini diambil untuk menjaga keamanan dan keselamatan seluruh warga pendidikan.
“Kami meminta para pengawas, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi isu yang dapat memicu keresahan. Langkah pembelajaran daring ini diambil demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya kepada sidoarjonews.id, Minggu (31/08/2025).
Selain soal sistem belajar, Tirto Adi juga mengimbau, agar seluruh tenaga pendidik tidak menggunakan seragam sekolah selama sepekan. Mereka diperbolehkan mengenakan pakaian bebas rapi agar tercipta suasana kondusif.
“Kami juga menekankan agar kegiatan tatap muka, termasuk ekstrakurikuler, ditiadakan sementara. Sekolah harus meningkatkan pengamanan dengan menyiapkan piket dan memaksimalkan CCTV bila tersedia,” tambahnya.
Kebijakan ini menuai beragam reaksi di kalangan orang tua. Sebagian mendukung karena mengutamakan keselamatan, namun ada pula yang merasa keberatan. Salah satunya adalah Ayu Melati Putri (40 tahun), warga Sidoarjo Kota. Ia memiliki anak yang saat ini duduk di bangku SMP. Ia mengaku khawatir anaknya justru semakin lalai belajar.
“Kalau sekolah daring terus, anak saya jadi sering main gadget untuk hiburan, bukan belajar. Kami sebagai orang tua jadi semakin stres karena harus mendampingi penuh di rumah. Anak-anak bukannya tambah rajin, malah tambah sering main dan kurang serius belajar,” keluhnya.
Wanita tiga anak itu menambahkan, ia memahami maksud baik pemerintah, namun berharap ada solusi agar pembelajaran tetap efektif.
“Kalau terlalu lama daring, kasihan anak-anak. Mereka kehilangan semangat sekolah, padahal materi pelajaran semakin sulit. Kami orang tua berharap ada alternatif lain supaya anak-anak tidak makin ketinggalan,” tuturnya.
Dinas Pendidikan sendiri menegaskan, selama pembelajaran daring, orang tua diharapkan aktif mendampingi putra-putrinya. Pengawas dan kepala sekolah juga diminta terus melakukan pemantauan agar mutu pendidikan tidak menurun meski dilakukan secara jarak jauh.
Kebijakan ini masih akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi. Pemerintah berharap semua pihak dapat bekerja sama menjaga ketertiban agar proses pendidikan tetap berjalan dengan baik tanpa mengorbankan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik di Sidoarjo. (Ard)