JAKARTA, SIDOARJONEWS.id – Upaya Irjen Ferdy Sambo untuk bisa meloloskan aksinya diduga tidak hanya membuat skenario yang melibatkan banyak petinggi Polri. Kelompok mantan Kadiv Propam Polri ini juga diduga sempat hendak menyuap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Hal tersebut diungkapkan secara terang-terangan oleh Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu. Dalam program Rumah Aman yang disiarkan langsung oleh kanal youtube LPSK, Jum’at (2/9/2022), Edwin menceritakan detail ketika stafnya hendak disuap.
“Itu terjadi setelah pertemuan dengan FS (Ferdy Sambo) dan menunggu kedatangan Bharada E di kantor Propam. Jadi rentang waktu antara itu. Ada dua staf LPSK yang ada di sana. Salah satu staf pergi salat, satunya lagi di ruang tunggu,” ungkap Edwin.
Edwin melanjutkan, kemudian petugas dari Propam datang menemui satu staf yang ada di ruang tunggu. Petugas tersebut membawa sebuah map. Map tersebut dibuka di depan staf LPSK.
“Isinya ada dua amplop tebal. Tebalnya sekitar satu cm. Gak tau itu isinya apa ya? Tapi dari bahasanya menyiratkan isinya,” ujarnya.
“Ini untuk kalian berdua, titipan dari bapak,” imbuh Edwin menirukan perkataan petugas Propam tersebut.
Edwin juga menegaskan bahwa saat itu, staf LPSK langsung menolak “titipan dari bapak” tersebut. Dan meminta untuk dikembalikan kepada “bapak”.
“Staf kami tidak menyentuhnya dan langsung menolaknya,” tegas Edwin. (Affendra F)